Mereka terjebak dalam pilihan sulit antara mengontrak seumur hidup atau tinggal bersama orang tua hingga usia matang.
Baca Juga: Era Harga Murah Sudah Lewat, Kini Konsumen Indonesia Lebih Pilih Beli 'Nilai'
Skema kredit kepemilikan rumah atau KPR yang ada saat ini juga dinilai masih kurang ramah bagi kantong milenial.
Persyaratan administrasi yang rumit ditambah dengan uang muka yang besar sering kali langsung mematahkan semangat para pemburu rumah.
Belum lagi bunga cicilan yang fluktuatif membuat bayangan utang jangka panjang menjadi sebuah teror mental yang sangat menakutkan.
Baca Juga: Bukan Kurang Gaji tapi Lebih Gengsi: Mengenal Lingkaran Setan Lifestyle Inflation
Fenomena ini tidak boleh terus dibiarkan tanpa adanya solusi konkret dan regulasi yang berpihak pada generasi penerus.
Pemerintah dan pelaku industri properti perlu duduk bersama untuk merumuskan kebijakan hunian yang jauh lebih terjangkau bagi semua.
Penyediaan rumah subsidi di lokasi yang terintegrasi dengan transportasi umum massal bisa menjadi salah satu jalan keluar terbaik.
Baca Juga: Godzilla El Nino 2026 Bikin Dunia Panik — Pakar BRIN: Indonesia Aman, Tapi Tetap Waspada!
Tanpa adanya intervensi yang serius kita mungkin akan melihat generasi masa depan yang sama sekali tidak memiliki aset tanah.
Sudah saatnya kehebatan ekonomi negara kita juga bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh setiap anak muda di Indonesia.
Sebab sebuah negara tidak bisa dikatakan benar-benar makmur jika generasi mudanya saja masih kesulitan mencari tempat untuk pulang.***
Artikel Terkait
Satu Malam Tanpa Layar: Tantangan 30 Hari yang Mengubah Rumah Sunyi Jadi Penuh Tawa
Keluar dari Labirin Piksel: Memahat Ruang Aman Ibu dan Anak di Dunia yang Telanjur Digital
Bukan Kurang Gaji tapi Lebih Gengsi: Mengenal Lingkaran Setan Lifestyle Inflation
Libur Idul Adha 2026: Ganjil Genap Jakarta Lenyap Dua Hari, Semua Pelat Bebas Melaju!
Dua Kalimat Pendek Ini Jadi Kunci Sah-nya Puasa Tarwiyah dan Arafah — Sudah Hafal?
Era Harga Murah Sudah Lewat, Kini Konsumen Indonesia Lebih Pilih Beli 'Nilai'
202.551 Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arab Saudi — Kini Saatnya Fokus ke Puncak Haji!