Jangan hanya mengikuti saran dari “finfluencer” di media sosial tanpa memeriksa faktanya — banyak informasi yang tidak akurat dan memicu keputusan investasi yang berisiko tinggi.
6. Gunakan Strategi Jangka Panjang
Investasi yang sehat bukan soal cepat kaya, tapi konsisten dan disiplin dalam jangka panjang.
Daripada mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat, fokuslah pada pertumbuhan aset yang stabil dan berkelanjutan.
Metode seperti Dollar Cost Averaging (DCA)—investasi rutin dengan nominal sama setiap bulan—membantu mengurangi pengaruh fluktuasi pasar dan menjaga emosi kamu tetap stabil saat pasar turun.
Investasi untuk Gen Z pemula itu bukan sekadar ikut tren, tapi tentang memahami dasar, memulai dari kecil, memilih instrumen yang sesuai, dan membangun kebiasaan investasi yang konsisten.
Dengan tujuan finansial yang jelas serta penggunaan aplikasi yang tepat, kamu bisa melangkah lebih percaya diri tanpa boncos di awal perjalanan investasi. ***
Artikel Terkait
Emas Ngegas Lagi! Harga Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Naik
Uang Negara Bocor Diam-Diam: BPK Ungkap Kerugian Raksasa di Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina
Dari Tuduhan Es Spons ke Tiket Umrah: Rezeki Sudrajat Datang Setelah Viral dan Sabar
Resep Es Gabus 2026: Dari Viral Es Spons ke Jajanan Jadul yang Bisa Jadi Ladang Cuan
Dari Kampus Itera ke Panggung Dunia: Natasya Buktikan Riset Bisa Jadi Suara yang Didengar Global
Anti Gagal! Begini Cara Memenangkan War Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Agar Kebagian Kursi
Omzet Triliunan Diselipkan ke Rekening Karyawan: PPATK Temukan Pola Baru di Kasus Pajak Tekstil
Can This Love Be Translated? Tembus 118 Juta Jam Ditonton, Dunia Ikut Baper Bareng
Gundam Akhirnya Turun ke Dunia Nyata: Film Live Action Resmi Mendarat di Netflix!
Tak Perlu Travel, Ini Panduan Umrah Mandiri, Lengkap dengan Rincian Biaya