Anggoro optimistis prospek emas ke depan tetap cerah. Akses bank emas yang semakin mudah membuat masyarakat memiliki pilihan investasi syariah yang lebih aman dan transparan. Ekosistem emas yang terintegrasi diyakini mampu membantu masyarakat membangun ketahanan finansial jangka panjang.
Baca Juga: Ledakan SMAN 72 Jakarta: Polisi Ungkap Bahan Peledak Diduga Dibeli Online oleh Pelaku ABH
Selain itu, layanan wealth management BSI kini mencatat lebih dari 74 ribu nasabah prioritas dengan dana kelolaan lebih dari Rp80 triliun.
Emas Dinilai Instrumen Paling Stabil
Chief Economist BPI Danantara, Reza Y. Siregar, menilai emas adalah instrumen jangka panjang yang semakin relevan di tengah terbatasnya pilihan produk serupa di Indonesia. Ia mendukung penuh optimalisasi bank emas di BSI.
Ekonom INDEF Aviliani juga menegaskan emas terbukti tahan terhadap inflasi dan sangat likuid, sehingga menjadi pilihan investasi aman bahkan di negara-negara maju.
Senada, KH Cholil Nafis menilai emas sebagai instrumen investasi syariah yang telah lama digunakan dan selaras dengan nilai zakat. Ia berharap kehadiran bank emas BSI memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.**
Artikel Terkait
Mahfud MD Ungkap Masalah Serius di Polri: Soroti Lemahnya Kepemimpinan hingga Intervensi Politik
Ledakan SMAN 72 Jakarta: Polisi Ungkap Bahan Peledak Diduga Dibeli Online oleh Pelaku ABH
Kenaikan Gaji ASN 2026 Mulai Dibahas, Kemenkeu Masih Lakukan Kajian Mendalam
RESMI! Nova Arianto Ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Indonesia U-20, Siap Susun Roadmap Menuju Kualifikasi ASEAN Cup
Boy Thohir Tambah Kepemilikan Saham di Trimegah Sekuritas, Tegaskan Optimisme pada Pasar Modal Indonesia