TITIKTEMU.CO MARTAPURA - Haul Abah Guru Sekumpul ulama ternama dan sangat dihormati di Kalimantan baru saja selesai diadakan.
Peringatan Haul Abah Guru Sekumpul di Kota Martapura menjadi salah satu momen yang paling ditunggu dan sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi muhibbin tokoh ulama besar itu di seluruh penjuru negeri.
Baca Juga: PP Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan, Puasa Hari Pertama 23 Maret 2023
Acara yang selalu diadakan pada Bulan Rajab ini bahkan menjadi salah satu agenda wajib di Martapura.
Pada haul ke-18 di tahun ini, peringatan tersebut tidak hanya diselenggarakan di satu lokasi, melainkan telah diadakan di banyak tempat dan majelis taklim, seperti di Jl. Benua Anyar, Banjarmasin pada Kamis 18 Januari 2023 yang menghadirkan KH. Muhammad Syukerani, KH. Munawwar Ghazali dan KH. Abdul Hakim.
Kemudian di Jl. Djok Mentaya, Banjarmasin pada Minggu 22 Januari 2023 yang menghadirkan Ustaz H. Ilham Humaidi, di Kampung Keramat dan Ilmu Al-Qur’an Martapura serta Majlis Ta’lim dan Sholawat Fathurrosyad, Banjarmasin pada Kamis 26 Januari 2023 dan puncaknya di Majelis Ar Raudhah Sekumpul Martapura pada Minggu 29 Januari 2023.
Baca Juga: Bang Yos bangga kini banyak muncul pengusaha muda di dunia bisnis
Selain tanggal-tanggal di atas, haul Abah Guru Sekumpul juga siap dilaksanakan di beberapa lokasi lainnya seperti di Masjid Harun Aliyah dan Mabes Al Mahya Banjarmasin, masing-masing pada tanggal 31 Februari dan 1 Februari mendatang, serta di Masjid Jami Banjarmasin pada 7 Febuari.
Pelaksanaan Haul Abah Guru Sekumpul yang dilaksanakan di Kampung Keramat adalah peringatan yang dirayakan secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, yakni di kediamannya.
Pada kesempatan tersebut, hadir banyak ulama dan santri. Muhammad Wildan Salman, yang bertugas sebagai pembaca Manaqib Abah Guru Sekumpul menjelaskan secara runtut sejak Abah Guru lahir hingga memperoleh sanad keilmuan dari guru-gurunya.
Baca Juga: Tas dan dompet kulit produksi Leather asal Gresik diminati warga asing
“Syekh Zaini bin Abdul Ghani dilahirkan pada malam arbiah atau malam Rabu tanggal 27 Muharram tahun 1361 Hijriyah atau bersamaan dengan 11 Februari 1942 Masehi di Kampung Tunggul Iram, Seberang Martapura. Selama di Tunggul Iram, beliau tidak menyusu dengan ibu hanya menghisap liur Haji Abdurrahman atau Haji Agung sampai kenyang selama 40 hari,” papar KH. Muhammad Wildan Salman.
“Selagi kecil namanya Qusyairi dan sejak kecil termasuk salah seorang yang Mahfudz yaitu suatu keadaan yang sangat jarang terjadi kecuali bagi orang-orang pilihan yang sudah ditentukan oleh Allah Swt. Beliau adalah salah seorang anak-anak yang mempunyai sifat-sifat dan pembawaan yang lain dari yang lain diantaranya beliau tidak pernah ihtilam. Beliau juga sejak kecil selalu berada di samping kedua orang tuanya dan nenek beliau yang bernama sa’diyah yang memeliharanya dengan penuh kasih sayang namun disiplin dalam pendidikan sehingga di masa anak-anak beliau sudah mulai ditanamkan pendidikan tauhid dan akhlak oleh ayah dan nenek beliau sendiri serta belajar membaca Alquran dengan demikian guru pertama dalam bidang tauhid dan akhlak adalah ayah dan nenek beliau sendiri yang selalu berada di sampingnya dan memimpinnya,” ujar KH. Wildan Salman menceritakan.
Artikel Terkait
Wapres KH Ma’ruf Amin Minta Percepatan Penanganan Omicron
Pengukuhan PBNU Dihadiri Presiden & Wapres, Gus Yahya: Mari Kita Bekerja dengan Nyata!
Wapres KH Ma’ruf Amin: Pengusaha Jangan Menunda Pembayaran THR!
Dampingi Wapres Ke Borobudur, Ganjar Himbau Pengelola Wisata Di Jateng Untuk Tidak Ngepruk Harga
Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua MK: Presiden Wali Nikah, Wapres dan Panglima TNI Menjadi Saksinya
Pelaksanaan Haji 2023: Kemenag Rekrut PPIH lebih awal. Jamaah di Atas 65 Tahun, Inshaa Allah, Prioritas
Kemenag berharap kuota Haji Indonesia 2023 kembali normal 221 ribu jamaah. Diumumkan Januari
Aplikasi Pusaka Kemenag Baru Didownload 60 Ribu Orang. Menag Minta Semua Pejabat Lakukan Sosialisasi
Kemenag Usulkan Kenaikan ONH 2023 Hingga Rp 69 Juta. Ini Peruntukannya Menurut Menteri Agama