TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengembangkan tata kota yang berorientasi transit dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga saat berpindah antarmoda transportasi publik.
Untuk mencapai hal itu Jakarta akan dikembangkan dengan sesuai komitmen yang dipegang, yakni kawasan berorientasi transit makin dikembangkan dengan terobosan dan inovasi baru.
Paradigma pembangunan yang digunakan pun berubah, dari berorientasi kendaraan pribadi atau Car Oriented Development (COD) menjadi berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD).
Baca Juga: Beasiswa LPDP 2022 tahap 2 Sudah Dibuka. Tenggat 5 Agustus 2022. Simak Cara Daftarnya di Sini.
Dalam kerangkan tujuan itu, hari Kamis (7/7), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menginisiasi pembangunan fasilitas interkoneksi bawah tanah pertama di jalur MRT sebagai upaya mewujudkan jaringan interkoneksi bawah tanah dan seamless urban mobility di kawasan berorientasi transit.
Terowongan pejalan kaki yang menghubungkan antara Gedung Thamrin Nine UOB dan Stasiun Dukuh Atas BNI ini merupakan bukti nyata bahwa kerja kolaboratif, dalam hal ini fasilitas transportasi publik dan bangunan komersial di lahan privat, akan menghadirkan kemudahan bermobilitas.
“Ini hari yang bersejarah, ini sejarah baru di Jakarta dan Indonesia karena kita memulai sebuah proyek pembangunan jalan pedestrian di bawah tanah, di mana penumpang MRT nantinya akan melewati tunnel yang langsung menjangkau gedung-gedung di sekitar stasiun. Terowongan ini akan menjadi permulaan dari terwujudnya jaringan interkoneksi bawah tanah di rute MRT yang bukan hanya memudahkan pola pergerakan tapi juga mengaktivasi ruang bawah tanah sebagai ruang produktif baru di Jakarta” terang Gubernur Anies dalam Pembukaan TOD Forum 2022 dan Pencanangan Pembangunan Interkoneksi Bawah Tanah Thamrin Nine UOB-Stasiun MRT Dukuh Atas BNI seperti dikutip dari Siaran Pers PPID DKI Jakarta, Kamis (7/7).
Baca Juga: 'DARI BUNG KARNO HINGGA JOKOWI' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Pembangunan terowongan pejalan kaki ini juga merupakan gambaran masa depan terkait peningkatan integrasi transportasi publik yang selama ini dikerjakan oleh Pemprov DKI, di mana pada level 1 integrasi menghubungkan antarmoda seperti stasiun MRT dihubungkan dengan halte TransJakarta, stasiun KRL Commuter Line, dan angkutan umum lainnya. Sedangkan, pada level 2 integrasinya menghubungkan stasiun dengan tempat kerja.
“Kita ingin perpindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum adalah perpindahan yang rasional, secara hitungan waktu dan biaya lebih murah. Dengan begitu, perhitungan waktu, biaya dan kenyamanan akan didapat semua. Bayangkan gedung yang tingginya 40 lantai punya akses ke stasiun, maka akan ada ribuan orang yang bekerja di gedung tersebut berpindah naik transportasi umum. Semoga pembangunan ini bisa selesai tepat waktu, tepat biaya dan berkualitas,” tandasnya.
Baca Juga: MENGENANG ERIL (1): Keluarga Ridwan Kamil Kini Mencari Makna Kehidupan dan Menata Hati
Akses pejalan kaki ini sepanjang 80 meter dengan lebar lima meter yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti retail, storage room, eskalator, dan elevator.
Terowongan ini dibangun berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kawasan berorientasi transit yang universal, termasuk ramah terhadap penyandang disabilitas.
Artikel Terkait
Penantian 40 Tahun, Warga Garut Kini Kembali Bisa Naik Kereta ke Bandung & Jakarta
Jakarta vs Everybody: Kisah Kelam Metropolitan, Narkoba, dan Adegan Mesra, Ini Link dan Cara Nontonnya
Mau Mudik Pakai Mobil Lewat Tol Jakarta-Solo? Cek Tarif yang Harus Dibayar
Maria Ozawa Batal Datang ke Jakarta. Penolak Miyabi Menduga Kedatangannya Jebakan Buat Gubernur Anies
Kebijakan GAGE 25 Titik Ruas Jalan di Jakarta Mulai Disosialisasikan. Penindakan Diberlakukan Minggu Depan
Langgar Ketentuan, Pemprov DKI Cabut Izin Usaha Seluruh Outlet Holywings di Jakarta
Satpol PP DKI Resmi Segel 12 Outlet Holywings di Jakarta
Gelar Perkara Hadirkan Pembunuh Pria yang Mayatnya Ditemukan di Kali Pesanggrahan Jakarta Selatan
Tahun Ini Hari Idul Adha Beda. Simak Lokasi Shalat Idul Adha Sabtu, 9 Juli 2022 di Jakarta dan Sekitarnya