MEDSOS DAN KEMENANGAN BONGBONG, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 13 Mei 2022 | 12:01 WIB
Ilustrasi. Berbagai jenis media sosial (Istimewa)
Ilustrasi. Berbagai jenis media sosial (Istimewa)

Tanpa standar verifikasi pemeriksaan yang tepat dan tanpa reputasi yang kredibel, akses yang diberikan kepada influencer untuk menghasilkan konten telah semakin berkontribusi pada penyebaran disinformasi. Inilah yang secara “cerdik” tahun 2016 digunakan Dutarte, dan kini oleh Bongbong Marcos Jr. Karena itu, Bongbong Marcos Jr. menolak debat di TV dan juga tidak mau diwanwancara media terutama arus utama yang menentangnya saat menjelang pemilu.

Ikustrasi. Pemilu
Ikustrasi. Pemilu (Istimewa)

Faktor Lain
Faktor lain yang memberikan sumbangkan kemenangan telak Bongbong Marcos Jr. adalah bersatunya dua dinasti—Marcos dan Dutarte—yang memiliki pengaruh kuat dalam politik.

Dinasti Marcos menguasai wilayah Ilocos, Filipina Utara—Propinsi Ilocos Norte, Ilocos Sur, Pangasinan, dan La Union serta Cagayan Valley (Batanes, Cagayan, Isabela, Nueva Vizcaya, dan Quirino).

Bongbong juga mendapat dukungan dari wilayah tengah, Leyte. Sementara Dinasti Dutarte (yang menempatkan Sara Dutarte sebagai wakil presiden adalah walikota Davao City, 2010-2013 dan 2016-2022) menguasai wilayah Filipina Selatan, Mindano.

Bongbong juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur dan Gubernur Ilocos Norte (dua kali), Filipina Utara dan anggota Kongres mewakili Ilocos Norte, provinsi pendukung utama Dinasti Marcos. Dengan kata lain, sentimen daerah, kewilayahan memberikan sumbangan besar bagi kemenangan keduanya.

Slogan yang diusung Bongbong Marcos Jr juga menarik rakyat yang sejak Revolusi 1986, belum benar-benar menikmati janji revolusi yakni terciptanya kehidupan yang lebih baik, tiadanya korupsi, kemiskinan, tegaknya hukum dan demokrasi, terciptanya kesejahteraan, tidak ada lagi dominasi dinasti-dinasti, pemerataan (Philippine Daily Inquire, 27 Februari 2020).

Maka Bongbong Marcos Jr mengusung slogan “Bersama Kita akan Bangkit Kembali” sambil mengingatkan bahwa zaman ayahnya, Ferdinand Marcos Sr, Filipina menikmati golden era (meskipun ada yang mengartikan golden era itu hanya bagi keluarga Marcos dan bukannya bagi rakyat Filipina). Mirip seperti di sini, muncul slogan “Enak Jamanku To.”

Maka rakyat, tidak lagi mempersoalkan undang-undang darurat, pelanggaran HAM, korupsi, kroniisme, dan sebagainya yang terjadi di masa lalu (atau juga di pelanggaran HAM di zaman Dutarte), melainkan lebih fokus pada bagaimana mendapatkan pekerjaan terutama di masa pasca pandemi Covid.

Kaum muda mencari solusi inovatif keluar dari jerat akibat pandemi. Dan, Bongbong Marcos Jr. meski dalam dirinya melekat noda hitam ayahnya, tetapi menawarkan pemerintahan baru dengan tata kelola yang baik, keberlanjutan dan inklusi, pendidikan, perawatan kesehatan, dan layanan sosial. Meski semua itu masih harus dibuktikan.

Jadi, benar yang dikatakan mantan Presiden Fidel Ramos (manilastandard.net, 25 Februari 2021) saat ulang tahun ke-35 Revolusi Kekuatan Rakyat, “Nasib bangsa kita masih belum pasti, tetapi sejarahnya adalah bukti bahwa kita selalu berhasil mencapai aspirasi bersama ketika kita bekerja bersama.” Maka, Bongbong Marcos Jr pun mengusung slogan “Bersama Kita akan Bangkit Kembali.” Dan, rakyat Filipina lupa tragedi kemanusiaan di Zaman Marcos Sr. ***

 

*Artikel ini sudah diterbitkan harian Kompas, hari Jumat, 13 Mei 2022

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Rekomendasi

Terkini

X