daerah

5 Tradisi Maulid Nabi di Pulau Jawa. Nomor 4, Suguhan yang Dibawa ke Mesjid Bisa Habiskan Jutaan Rupiah

Jumat, 7 Oktober 2022 | 10:58 WIB
Tradisi Angkaan Berkat, Gresik. Masyarakat membawa Angkaan untuk dikumpulkan di masjid (pic. Disparbud Gresik)

Baca Juga: Ini foto 11 tersangka pembunuhan Brigadir J di Kejagung. Sambo ditahan di Mako Brimob, Putri di Salemba

Pada saat menukar Angkatan itu apabila mendapatkan yang isinya lebih sedikit dari miliknya, maka berarti sudah melakukan sedekah kepada orang lain.

5. Cocoghen

Tradisi Cocoghen yang dilakukan oleh masyarakat Madura, Jawa Timur (pic/Tangkapan layar You Tube Rohman Story)

Tradisi Maulid Nabi yang lain di pulau Jawa adalah Cocoghen yang dilakukan oleh masyarakat Madura. Biasanya, masyarakat akan merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbondong-bondong pergi ke masjid atau mushala. Mereka menyebutnya dengan istilah Cocoghen.

Cocoghen adalah budaya warga Madura dengan membawa berbagai macam buah, kue, dan lauk pauk ke masjid atau mushala. Makanan tersebut akan dikumpulkan menjadi satu. Kemudian dibacakan doa dan shalawat, kemudian disantap bersama-sama sebagai bentuk perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Berbeda dengan tumpeng pada umumnya, nasi tumpeng sat Muludan berisikan buah-buahan yang ditusukkan dengan lidi dan berbentuk seperti tumpeng.

Baca Juga: Pelapor dirugikan Rp3,8 M, jaksa tuntut Indra Kenz 15 tahun penjara dan denda Rp 10 M

Selain pembagian tumpeng, dalam tradisi Maulid Nabi juga akan diisi dengan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW dan ceramah kisah-kisah Nabi.

Tradisi Cocoghen hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat Madura selama sebulan penuh.

Itulah beberapa tradisi Maulid Nabi di pulau Jawa yang dilakukan dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.***

 

Halaman:

Tags

Terkini