Pesan Tegas: Ondel-Ondel Bukan untuk Ngamen
Pramono secara terbuka menyatakan keprihatinannya atas penggunaan ondel-ondel untuk mengamen.
Ia pun meminta agar masyarakat dan pelaku seni bisa menjaga warisan budaya ini dengan cara yang lebih bermartabat.
"Saya sampaikan dengan hormat, tolong jangan jadikan ondel-ondel sebagai alat mengamen. Rawatlah dengan baik sebagai simbol budaya," ujarnya.
Seniman Ondel-Ondel Perlu Dilibatkan di Acara Resmi
Untuk memberikan ruang yang lebih luas, Pramono mendorong agar para seniman ondel-ondel turut dilibatkan dalam berbagai acara resmi dan kegiatan kebudayaan di Jakarta.
Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi turun ke jalan untuk mencari penghidupan.
"Acara di Ibu Kota ini banyak sekali. Yuk, kita undang seniman-seniman Betawi, termasuk pemain ondel-ondel. Kita beri mereka panggung yang layak," tambahnya.***
Waktunya Ondel-Ondel Dihargai sebagai Warisan Budaya
Langkah Pramono Anung menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya tak cukup hanya lewat slogan.
Ondel-ondel bukan sekadar boneka besar yang menari di pinggir jalan, tetapi simbol hidup dari kekayaan budaya Betawi yang patut dihargai dan dirawat bersama.***
Artikel Terkait
Lebaran di Candi Hadirkan Ragam Aktivitas Budaya dan UMKM Lokal Selama Libur Lebaran Ini
Asal Usul Tarian Pemanggil THR Viral, Benarkah Ada Hubungannya dengan Budaya Yahudi? Ini Faktanya!
Kesuksesan UMKM Unici Songket Silungkang, Upaya BRI Dorong Produk Warisan Budaya Tembus Pasar Internasional
Masih Ada Festival Klangenan Bantul 2025, Serunya Melihat Kearifan Lokal dan Potensi Budaya Kabupaten Bantul
Pesan Menyentuh Titiek Puspa yang Baru Terungkap Setelah Wafat, Tentang Kurangnya Perhatian Terhadap Seni Budaya Leluhur
Mengenang Titiek Puspa: Ikon Musik Indonesia di Tengah Gempuran Budaya Barat
Lebaran Betawi 2025, kuliner Betawi gratis, acara budaya Jakarta, perayaan Monas, lima abad Jakarta
Mengenang Raminten: Asal-usul dan Warisan Budaya Kuliner Sarat Budaya dari Almarhum Hamzah Sulaiman
Indonesia dan Arab Saudi Hadirkan Pameran Budaya Bersama di Masjid Istiqlal
Lelagon Bocah Sebagai Jembatan Budaya bagi Anak Bangsa