Pramono Anung Tegaskan Ondel-Ondel Bukan untuk Ngamen, Dorong Regulasi Demi Pelestarian Budaya Betawi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 29 Mei 2025 | 05:30 WIB
Warisan budaya khas Betawi, Ondel-ondel.  (Unsplash.com/RubenSukatendel)
Warisan budaya khas Betawi, Ondel-ondel. (Unsplash.com/RubenSukatendel)

Pesan Tegas: Ondel-Ondel Bukan untuk Ngamen

Pramono secara terbuka menyatakan keprihatinannya atas penggunaan ondel-ondel untuk mengamen.

Ia pun meminta agar masyarakat dan pelaku seni bisa menjaga warisan budaya ini dengan cara yang lebih bermartabat.

Baca Juga: Masih Ada Festival Klangenan Bantul 2025, Serunya Melihat Kearifan Lokal dan Potensi Budaya Kabupaten Bantul

"Saya sampaikan dengan hormat, tolong jangan jadikan ondel-ondel sebagai alat mengamen. Rawatlah dengan baik sebagai simbol budaya," ujarnya.

Seniman Ondel-Ondel Perlu Dilibatkan di Acara Resmi

Untuk memberikan ruang yang lebih luas, Pramono mendorong agar para seniman ondel-ondel turut dilibatkan dalam berbagai acara resmi dan kegiatan kebudayaan di Jakarta.

Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi turun ke jalan untuk mencari penghidupan.

Baca Juga: Tak Perlu Ribet, Nasabah Bisa Apply Kartu Kredit Easy Card Lewat Website Resmi BRI. Begini Syarat dan Caranya.

"Acara di Ibu Kota ini banyak sekali. Yuk, kita undang seniman-seniman Betawi, termasuk pemain ondel-ondel. Kita beri mereka panggung yang layak," tambahnya.***

Waktunya Ondel-Ondel Dihargai sebagai Warisan Budaya

Langkah Pramono Anung menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya tak cukup hanya lewat slogan.

Ondel-ondel bukan sekadar boneka besar yang menari di pinggir jalan, tetapi simbol hidup dari kekayaan budaya Betawi yang patut dihargai dan dirawat bersama.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X