Di tengah kontroversi kebijakannya yang melarang perayaan wisuda sekolah, Dedi menyebut bahwa aksi nyata para siswa di lingkungan seperti ini jauh lebih berarti.
Menurutnya, keputusan menghapus wisuda adalah bentuk kepeduliannya pada kondisi ekonomi keluarga siswa.
“Banyak warga Bekasi yang terjerat pinjaman online atau rentenir.
Saya melarang wisuda bukan karena anti tradisi, tapi supaya tidak menambah beban orang tua siswa,” jelas Dedi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Dorong KB Pria Jadi Syarat Bantuan Sosial dan Beasiswa di Jawa Barat
Penutup: Generasi Muda Peduli Lingkungan Patut Diapresiasi
Aksi siswa SMA Yadika 8 membuktikan bahwa generasi muda tidak melulu identik dengan hal negatif.
Justru mereka bisa menjadi agen perubahan, memulai dari hal sederhana seperti menjaga kebersihan sungai di lingkungan mereka.
Apresiasi seperti ini patut ditiru dan didorong di sekolah-sekolah lainnya.***
Artikel Terkait
Akhirnya Resmi Beroperasi, TPST Modalan Siap Kelola 49 Ton Sampah per Hari
Dinas Lingkungan Hidup : Optimalkan Biopori untuk Pengolahan Sampah Organik di Lahan Sempit
Perusahaan Di Rembang Diminta Buang Sampah Langsung ke TPA
Wah, Sultan Pimpin Bersihkan Sampah di Parangtritis
Kerennya Kampung Ramada Jagokariyan Yang Minim Sampah
ITF Bawuran Beroperasi, Persoalan Sampah di Yogya Teratasi