TITIKTEMU.CO, Pengolahan sampah terpadu Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran yang berada Kepanewon Pleret, Bantul mulai beroperasi. B
Menurut Wali Kota Yogya, Hasto Wardoyo dengan beroperasinya ITF Bawuran dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah DIY khususnya di Kota Yogya. Hasto pun optimis dengan ini Kota Yogya akan bebas dari sampah.
Hasto mengungkapkan kemampuan Kota Yogya dalam menyelesaikan sampah adalah 150 ton perhari dari total sampah yang ada sebanyak 300 ton perhari.
"Jadi ITF Bawuran ini menjadi outlet utama bagi kami dalam mengelola sampah, karena saat ini kami hanya mampu menyelesaikan sekitar 150 ton dari total 300 ton sampah harian," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Hasto menjelaskan beroperasinya ITF Bawuran juga sejalan dengan program 100 hari kerjanya yang fokus mengatasi permasalahan sampah di Kota Yogya.
Baca Juga: Kerennya Kampung Ramada Jagokariyan Yang Minim Sampah
"Kami sudah mulai mengosongkan depo-depo sampah yang ada di Kota Yogya. Bahkan ada depo yang akan kami tutup seperti depo sampah Kotabaru. Karena Kotabaru ini kawasan heritage. Selain itu yang akan kami tutup adalah depo sampah lempuyangan," ujarnya.
Hasto menargetkan hingga Hari Raya Idul Fitri 2025 14 depo sampah telah dapat dikosongan. "Jadi dalam 100 hari kerja ini 46 depo yang ada di Kota Yogya sudah bersih dari sampah," katanya.
Dengan telah dioperasikannya ITF Bawuran, Hasto berharap kerjasama antara Kota Yogya dan Bantul dapat memperoleh perlakuan khusus.
"Karena ini bukan bisnis murni, sebaiknya kerja sama ini bersifat government to government, bukan business to business, agar tarif lebih terjangkau," bebernya.
Hadir dalam acara tersebut Sekda DIY, Beny Suharsono, ia mengatakan dengan operasional ITF Bawuran dapat menjadi momentum bagi DIY untuk melangkah maju dengan menerapkan desentralisasi pengelolaan sampah secara keseluruhan.
Baca Juga: KEREN, Jateng Bawa Kerajinan Berbahan Sampah Pasar pada Inacraft 2025
Namun meski begitu, dalam operasional awalnya, ITF Bawuran tidak akan langsung beroperasi dengan kapasitas maksimal. Sampah yang diolah maksimal 50 ton perhari selama uji coba hingga bulan April mendatang.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan sistem berjalan dengan lancar sebelum mencapai kapasitas penuh. Jadi secara bertahap dulu," imbuhnya.
Sementara itu Direktur PD Aneka Darma, Yuli Budi Sasangka, menyampaikan, operasional ITF Bawuran dijalankan melalui skema kerja sama operasional dengan berbagai pihak.
Artikel Terkait
Dinas Lingkungan Hidup : Optimalkan Biopori untuk Pengolahan Sampah Organik di Lahan Sempit
Perusahaan Di Rembang Diminta Buang Sampah Langsung ke TPA
Wah, Sultan Pimpin Bersihkan Sampah di Parangtritis
KEREN, Jateng Bawa Kerajinan Berbahan Sampah Pasar pada Inacraft 2025
Kerennya Kampung Ramada Jagokariyan Yang Minim Sampah