Dedi menambahkan, kenangan terbaik dalam masa sekolah sebenarnya dibangun selama proses belajar, bukan hanya pada acara perpisahan.
"Kenangan itu terbangun selama tiga tahun belajar bersama, bukan hanya satu hari di acara wisuda," ujarnya.
Baca Juga: Cara Cek Pengumuman Beasiswa Garuda 2025 Gelombang 1, Manfaat dan Fasilitas
Namun, remaja tersebut tetap berpendapat bahwa acara perpisahan penting sebagai momen terakhir bersama teman-teman.
Dedi pun menawarkan solusi: mengadakan acara perpisahan secara mandiri, tanpa melibatkan pihak sekolah.
"Kalau mau, kumpul-kumpul sendiri saja sama teman-teman, tidak perlu melibatkan sekolah," kata Dedi.
Mengupas Kebijakan Penggusuran di Bantaran Kali
Selain soal wisuda, diskusi juga membahas kebijakan penggusuran rumah-rumah di bantaran kali. Remaja itu menyuarakan keresahan warga yang terdampak penggusuran.
Dedi menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk mencegah banjir yang lebih parah di wilayah tersebut.
"Kalau saya tidak melakukan penggusuran, banjirnya akan makin parah, dan ujung-ujungnya saya juga yang disalahkan," tegasnya.
Baca Juga: Apa Arti No Face April Instagram? Tren Kreatif Tanpa Wajah yang Memikat Banyak Pengguna IG
Ia mengakui, penggusuran bukanlah keputusan mudah, namun dilakukan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Selain itu, Dedi menyebutkan bahwa bantuan telah disalurkan untuk warga yang terdampak.
Siap Terima Kritik dan Terus Berdialog
Artikel Terkait
Profil Dedi Mulyadi Anggota DPR RI yang Digugat Cerai Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika
Ratusan Pohon Kelengkeng Akan Hijaukan Bantaran Sungai Winongo
Gas Terus, Penataan Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Winongo Dilanjutkan
Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Beasiswa untuk Mahasiswa Berprestasi di Jabar
Gebrakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Hapus Utang Pajak Kendaraan Motor Warga Sejak 2024 ke Belakang
Dedi Mulyadi Klarifikasi Tunggakan Pajak Mobil Lexus Rp42 Juta, Ini Penjelasannya