TITIKTEMU.CO, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, meminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar dilakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Kabupaten Pekalongan. Ini untuk mempercepat pencarian korban hilang dan penanganan bencana longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.
Permintaan Nana Sudjana kepada Kepala BNPB Suharyanto disampaikan , di sela rapat koordinasi penanganan dan penanggulangan bencana tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Rabu (22/1).
“Dalam beberapa waktu ke depan, perlu ada operasi TMC lagi di Jawa Tengah. Hujan satu pekan terakhir cukup lebat dan intensitasnya tinggi,” kata Nana.
Saat ini, penanganan bencana di daerah tersebut masih fokus pada pencarian orang hilang. Sampai Rabu (22/1), pukul 18.20 WIB, korban meninggal dunia yang ditemukan sebanyak 21 orang. Informasi yang dihimpun, korban terakhir ditemukan di sungai. Sehingga saat ini masih ada enam orang yang dilaporkan hilang belum ditemukan.
Baca Juga: Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana , Buntut Banjir Dan Longsor
“Fokus penanganan adalah korban dan pencarian (korban) hilang. Kita sudah melakukan langkah pencarian korban, dengan personel gabungan yang ada,” kata Nana.
Penenganan bencana ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, dan relawan. Total personel mencapai 550-an orang. Mereka terbagi sesuai fokus penanganan seperti pencarian orang hilang, membuka akses jalan, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dan lainnya.
Akibat bencana tersebut, Pemprov Jateng juga sudah menyalurkan bantuan senilai Rp207 juta. Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan senilai Rp289 juta.
Nana Sudjana mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Sebab, perkiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Februari. Ia juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah kabupaten/ kota sampai tingkat desa ,agar mewaspadai lokasi rawan bencana di wilayahnya sampai cuaca ekstrem selesai.
“Kita minta agar masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana banjir dan longsor, agar diungsikan ke tempat aman,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, permintaan operasi TMC tersebut diajukan untuk memudahkan pencarian dan mengantisipasi adanya bencana susulan. Khusus di wilayah Pekalongan, akan dilakukan TMC mulai Kamis ini hingga sepekan ke depan.
Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Terjang Jawa Tengah! Genangan Air di Grobogan Ganggu Perjalanan KA Semarang
Menurut Suharyanto, salah satu kendala pencarian korban hilang adalah faktor cuaca. Dalam dua hari terakhir terjadi hujan di tengah-tengah pencarian. Selain itu juga beberapa alat berat yang belum bisa masuk, karena akses tertutup.
Berdasarkan rapat koordinasi, pencarian korban hilang akan terus dilakukan sampai ketemu. Berdasarkan Standart Operational Procedure (SOP), waktu pencariannya memang 7×24 jam, namun telah disepakati akan ada penambahan waktu, sesuai permintaan ahli waris atau keluarga korban yang berharap keluarganya ditemukan.
Artikel Terkait
Perbaikan Jalan Rusak Akibat Banjir Dan Longsor Baru Akan Tuntas H-7 Lebaran
BPBD Akan Menggelar Simulasi Alat Peringatan Dini Banjir, Ini Lokasinya
Pray For Sukabumi, Banjir Bandang dan Pergerakan Tanah di Sukabumi Memutus Jalur Arah Sagaranten Sukabumi
Banjir Bandang Kembali Terjang Jawa Tengah! Genangan Air di Grobogan Ganggu Perjalanan KA Semarang
Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana , Buntut Banjir Dan Longsor