Perbaikan Jalan Rusak Akibat Banjir Dan Longsor Baru Akan Tuntas H-7 Lebaran

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Selasa, 26 Maret 2024 | 08:00 WIB
 Banyak truk terjebak banjir di jalan-jalan saat banjir (Instagram BPBD Jateng)
Banyak truk terjebak banjir di jalan-jalan saat banjir (Instagram BPBD Jateng)

TITIKTEMU.COM , Banjir dan longsor yang terjadi di Jawa Tengah meninggalkan kerusakan jalan terutama jalan provinsi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono mengatakan, jalan-jalan provinsi yang rusak akibat banjir, banyak terdapat di daerah timur, seperti Grobogan, Demak, Kudus, dan lainnya.

Hanung mengatakan, jalan yang rusak akibat banjir diperkirakan mencapai 100 kilometer. Panjang itu terbagi di berbagai spot.

Jalan yang banyak rusak di antaranya lingkar Purwodadi Grobogan, Jati-Klambu, Kudus-Margoyoso, dan lainnya.

Perbaikan jalan itu dilakukan dengan pengaspalan, jalan-jalan yang rusak diperbaiki dengan penambalan.

“Untuk perbaikan jalan provinsi, kita menunggu setelah surut. Setelah surut kita akan laksanakan perbaikan dengan menambal lubang. Nanti H-7 Lebaran selesai,” katanya.

Di luar perbaikan jalan yang terdampak banjir, Pemprov Jateng juga memperbaiki jalan di ruas lain.

Baca Juga: Pemprov Jateng Ambil Langkah Rehabilitasi Pascabencana Banjir Pekan Ini

“Kita juga laksanakan pengerjaan overlay, ada sekitar hampir 40 kilometer yang tersebar di Jawa Tengah. itu untuk kenyamanan para pengguna jalan saat Lebaran,” kata dia.

Adapun untuk jalan nasional, seperti halnya jalan pantura Demak, juga sedang dilakukan perbaikan.

“Perbaikan jalan pantura itu sudah mulai, yang mengerjakan balai besar, targetnya H-10 lebaran,” beber Hanung.

Dijelaskan, jalan nasional yang teridentifikasi rusak parah adalah di daerah Tanggulangin Karanganyar Demak, dengan panjang kira-kira lima kilometer.

Hanung mengatakan, selama perbaikan jalan, akan dipasang rambu-rambu informasi bagi masyarakat tentang perbaikan jalan.

Dia juga mengimbau agar warga dapat berkendara dengan lebih hati-hati.

“Jangan ngebut, apalagi saat hujan. Jalannya kan tertutup air, kita tidak tahu bawahnya itu ada lubang atau tidak. Tidak hanya jalan provinsi, jalan nasional, bahkan jalan kabupaten/ kota juga seperti itu,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X