Pemkab Semarang dan Jepara Siapkan Langkah Atasi PMK

photo author
AB Soleh, TitikTemu.co
- Jumat, 10 Januari 2025 | 09:07 WIB
Vaksinasi pada sapi untuk cegah Penyakit Mulut dan Kuku (Pemprov Jateng)
Vaksinasi pada sapi untuk cegah Penyakit Mulut dan Kuku (Pemprov Jateng)

TITIKTEMU.CO,  Untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK), Pemerintah Kabupaten Semarang akan menggelar vaksinasi serentak pada 15 ribu ekor sapi yang belum divaksin.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha, usai rakor penanganan dan penanggulangan penularan PMK, menyatakan pengadaan vaksin dilakukan secara bertahap dan sesuai kebutuhan.

“Saat ini sedang disiapkan vaksin PMK. Petani yang memiliki maksimal tiga ekor sapi akan mendapat vaksinasi gratis,” terang bupati.

Disampaikan, selain sapi di tingkat peternak, pihaknya juga akan melaksanakan vaksinasi di pasar Hewan di Ambarawa. Rencananya vaksinasi ini akan dimulai bulan depan.

“Belum ada rencana penutupan pasar hewan. Hanya akan ada peningkatan pengawasan. Hewan yang diketahui tertular, tidak boleh masuk pasar dan diperintahkan dibawa pulang,” tegasnya.

Baca Juga: Petugas Dintanpan Rembang Ambil Contoh Darah Ribuan Sapi, Antisipasi PMK

Diakui bupati, penyakit kuku dan mulut ini merugikan peternak sapi, terutama sapi perah. Dalam kondisi sehat, seekor sapi perah dapat menghasilkan 16 – 18 liter susu perhari. Jika tertular, turun drastis menjadi 4 – 5 liter.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno menyampaikan, sampai dengan 7 Januari 2025, sebanyak 88 sapi tertular PMK. Dari jumlah itu, dua ekor mati dan enam lainnya sembuh. Sisanya masih dalam penyembuhan oleh petugas peternakan. Sapi yang tertular, tersebar di Kecamatan Bergas, Kaliwungu, dan Bancak.

Disampaikan, pihaknya akan terus mengaktifkan gugus tugas pencegahan PMK di tingkat kecamatan, untuk mengawasi perkembangan penyebaran virus. Termasuk, rencana vaksinasi massal secara serentak.

Baca Juga: Peternak Sapi Desa Polosiri Terdampak Wabah PMK. Dilatih Pembuatan Konsentrat Secara Mandiri 

Senada, Pemerintah Kabupaten Jepara juga melakukan beberapa langkah untuk mencegah penularan PMK, di antaranya vaksinasi, penyuluhan kepada para peternak, penyemprotan dan pembagian disinfektan di sentra penjualan ternak.

“Serta mengimbau kepada para peternak, untuk jangan membeli ternak yang sakit,” kata Kepala Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Mudhofir.

Disampaikan, hingga Rabu (8/1) terdapat 17 kasus PMK di Kabupaten Jepara, dengan kasus aktif sebanyak 16 ekor. Dengan kasus terbanyak berasal dari Kecamatan Kembang, dengan lima ekor sapi yang terjangkit PMK. Dari 17 ekor sapi tersebut, seekor sapi sudah yang diberikan tindakan pemotongan, sebab kondisinya yang sudah parah.

“Untuk kasus saat ini, 90 persen lebih penularan akibat dari ternak baru, yang dibawa ke kandang,” ujarnya.

Namun, lanjut Mudhofir, pihaknya belum dapat mengidentifikasi dari wilayah mana ternak tersebut berasal, serta riwayat vaksinasi ternak baru. Pasalnya, rantai distribusi ternak cukup cepat dan berpindah-pindah setiap harinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: AB Soleh

Sumber: Pemprov Jateng

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X