TITIKTEMU.CO - Peternak sapi Desa Polosiri Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang termasuk yang terdampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menimbulkan banyak kerugian. Rangkaian pendampingan dari FPP Undip adalah pelatihan pembuatan konsentrat secara mandiri dengan dukungan bantuan bahan pakan dari Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan.
“Kami sangat berterimakasih dengan FPP Undip yang sejak dulu telah banyak membantu peternak di Polosiri. Mulai bantuan teknologi, pelatihan dan termasuk pembangunan digester biogas yang hingga saat ini masih dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat,” ungkap Juarto, Ketua Kelompok Tani Ternak Bangunrejo.
Dosen Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip dari Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, telah mengadakan pendampingan bagi petani peternak di Kabupaten Semarang. Agung Subrata, SPt., M.P. selaku ketua pelaksana kegiatan menyatakan, kegiatan tersebut salah satu wujud aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yaitu pengabdian kepada masyarakat untuk menanggulangi dan memecahkan persoalan yang dihadapi peternak.
Baca Juga: Pengakuan Ricky Rizal: Ibu PC sudah tergeletak... Om Kuat mengejar Yosua sambil bawa pisau
Pendampingan pada Kelompok Tani Ternak Bangunrejo, Desa Polosiri sebenarnya telah dilakukan secara rutin tiap tahunnya, dan sempat terjeda saat pandemi Covid-19.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian percepatan tujuan pembangunan nasional berkelanjutan (SDG’s), khususnya upaya peningkatan pendapatan petani peternak guna mengentaskan kemiskinan,” imbuh Agung.
Prof. Dr. Ir. Joelal Achmadi, M.Sc, guru besar FPP Undip menjelaskan, faktor kualitas pakan sangat menentukan fase pemulihan pasca PMK dan meningkatkan produktivitas ternak. Pemanfaatan bahan pakan lokal, berupa limbah pertanian dan industri pertanian memang merupakan langkah strategis guna mengefisiensikan biaya pakan.
“Pemberian hijauan yang dikombinasikan secara tepat dengan bahan pakan limbah akan mendukung keberhasilan perbibitan ternak” jelas Prof Joelal.
Senin, 5 Desember 2022, peternak sapi di Polosiri berdiskusi bersama Tim Undip untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan diakhiri dengan pembuatan konsentrat berbahan baku lokal.
Ir. Surono, MP, selaku anggota tim menjelaskan, proses pemilihan bahan pakan hingga pencampurannya akan menjadi bagian terpenting dalam menghasilkan pakan yang berkualitas. “Peternak harus bisa memilih bahan pakan yang ada di sekitar, mencampur dengan bahan pakan lain dengan perhitungan yang teliti, pasti akan menghasilkan pakan sapi yang berkualitas,” kata Surono.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Buton Tengah Sulawesi Tenggara, Ada yang Berupa Pasir Timbul di tengah Laut
Teknologi tepat guna yang diberikan kepada petani peternak memang akan dapat memberikan manfaat penuh jika dibarengi dengan dukungan ketersediaan peralatan dan program pendampingan. Kerjasama yang baik antara peternak dan perguruan tinggi inilah yang diharapkan secara cepat meningkatkan perekonomian masyarakat. ***
Artikel Terkait
Simak dari MUI, Hukum dan Panduan Berkurban dengan Hewan Bergejala PMK Agar Ibadahnya Sah
Berkurban Sehari Paska Idul Adha, Ponpes Nurul Hikmah Semarang Sembelih 2 Sapi dan 8 Kambing
Uniknya Menu Krengsengan Daging Sapi, Simak Bahan & Cara Pengolahannya
Resep Spaghetti Sapi Yang Pedasnya Nendang Banget
Peternak di Kendal Budidayakan Lalat Hitam atau Maggot untuk Pakan Itik Alternatif
Temu Alumni FPP Undip akan Gelar Penghargaan Abhinaya Jagaddhita
Dosen FPP Undip Gelar Pelatihan Manajemen Pakan untuk Peternak Kambing dan Domba di Blado, Batang