sosok

Kisah Inspiratif: Crazy Rich Surabaya Ini Punya Sosok Panutan yang Bikin Keberuntungan Terus Ikuti Jejak Bisnisnya

Rabu, 6 November 2024 | 18:46 WIB
Potret Pengusaha Kaya Asal Surabaya, Hermanto Tanoko. Yuk intip kisah suksesnya (Instagram.com/@htanoko)

Mulai Belajar Bisnis Sejak Usia 5 Tahun

Dalam kesempatan yang sama, Helmy Yahya mengaku takjub dengan latar belakang ekonomi keluarga Tanoko yang tergolong kurang mampu.

Baca Juga: Lowongan Kerja TERBARU 2024! PT Pertamina Training and Consulting untuk Beberapa Posisi, Pendaftaran Dibuka hingga 8 November

Terlebih, keterbatasan dalam ekonominya itu tidak menyurutkan semangat Tanoko untuk belajar bisnis sedari dini.

Pengusaha asal Surabaya itu bercerita pengalaman masa kecilnya yang tidak mampu membeli kelereng atau mainan berbentuk bulat kristal untuk bermain bersama teman-teman.

“Dulu saya hidup susah, saya bermain saja waktu main kelereng itu, gundu, saya enggak bisa beli, melihat teman-teman bawa kelereng banyak, kala itu saya mau juga. Cuman ya enggak bisa, enggak mampu,” terang Tanoko.

Baca Juga: DPR RI Resmi Mengesahkan Kevin, Noa dan Estella

Kemudian, sang ibu mengajak Tanoko kecil yang kala itu berusia 5 tahun untuk membeli tepung terigu yang saat itu harganya sedang naik.

Memahami maksud sang ibunda, saat itu Tanoko kecil mengerti tentang mencari uang itu tidak mudah dan masih banyak orang yang lebih susah darinya.

“Minta beli biskuit, beli minyak goreng. Lama-lama saya mengerti kalau berbisnis itu keuntungannya bagaimana, cari uang itu enggak mudah,” ujarnya.

Berkaca dari momentum itu, Tanoko dewasa terbiasa membangun mindset seorang pengusaha yang tidak hanya mencari keuntungan, melainkan juga harus diimbangi dengan bersedekah.

Baca Juga: Ada 5 Update Kasus Korupsi Yang Menuai Sorotan Dalam Sepekan Terakhir. Mulai dari Harvey Moeis hingga Tom Lembong

Belajar Ilmu Kerja Keras dari Orang Tuanya

Tanoko menjelaskan tentang cara orang tuanya mendidiknya menjadi pribadi yang mau bekerja keras untuk mencapai kesuksesan.

Momen yang masih teringat olehnya adalah ketika kedua orang tuanya masih belum memperoleh kewarganegaraan Indonesia alias masih WNA, pada tahun 1960 silam.

Halaman:

Tags

Terkini