Maduro menolak tuduhan pelanggaran demokrasi dan hak asasi manusia yang dialamatkan kepadanya. Ia tetap mempertahankan kekuasaan dengan dukungan militer, institusi negara, serta aliansi politik dari negara-negara mitra seperti Rusia, China, dan Iran.
Baca Juga: Donald Trump Klaim Akan Kuasai Minyak Venezuela, Seberapa Besar Cadangan Negeri Amerika Latin Itu?
Pendukungnya melihat Maduro sebagai simbol perlawanan terhadap intervensi asing, sementara para pengkritik menilai pemerintahannya bersifat otoriter dan bertanggung jawab atas krisis nasional yang mendalam.
Situasi Terkini: Serangan Militer AS
Ketegangan memuncak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026). Ledakan dilaporkan terjadi di Caracas dan sejumlah wilayah lain pada dini hari waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai aksi terkoordinasi berskala besar yang menyasar target militer dan keamanan tertentu. Trump juga mengklaim bahwa Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, berhasil ditangkap dan dibawa keluar dari Venezuela, meski informasi tersebut masih menjadi sorotan dan kontroversi global.
Baca Juga: Serangan AS ke Venezuela Tewaskan Puluhan Orang, Maduro Diklaim Ditahan dan Dibawa ke Luar Negeri
Hingga kini, Nicolás Maduro tetap menjadi figur kunci dalam dinamika politik Venezuela, dengan masa depannya sangat bergantung pada perkembangan situasi domestik dan tekanan internasional yang terus menguat.***
Artikel Terkait
Serangan AS ke Venezuela Tewaskan Puluhan Orang, Maduro Diklaim Ditahan dan Dibawa ke Luar Negeri
Indonesia Serukan Penyelesaian Damai Konflik AS–Venezuela Usai Serangan Udara di Caracas
Donald Trump Klaim Akan Kuasai Minyak Venezuela, Seberapa Besar Cadangan Negeri Amerika Latin Itu?
Venezuela Minta Sidang Darurat DK PBB Usai Serangan Militer AS dan Penangkapan Presiden Maduro
Rekam Jejak Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden Venezuela yang Kontroversial