Bangunannya menyerupai rumah tradisional dengan interior dari kayu, aroma dupa yang menenangkan, serta alunan musik gamelan yang mengalun lembut di seluruh ruangan.
Tak ketinggalan, patung Raminten di depan restoran menjadi spot ikonik bagi wisatawan.
Ciri Khas Budaya dalam Setiap Sudut
The House of Raminten dikenal karena menyuguhkan pengalaman menyeluruh, mulai dari nuansa visual hingga suasana yang diciptakan:
- Arsitektur & Dekorasi: Perpaduan rumah Jawa klasik dengan sentuhan modern.
- Patung Raminten: Representasi tokoh Raminten yang menjadi ikon visual restoran.
- Aroma Dupa & Musik Gamelan: Memberi atmosfer tenang, sakral, dan tradisional.
- Pakaian Pelayan: Seluruh staf mengenakan pakaian adat Jawa, seperti kebaya, jarik, surjan, dan blangkon.
- Area Lesehan: Disediakan bagi pengunjung yang ingin merasakan suasana makan ala Jawa asli.
Baca Juga: Mbok Yem: Sosok Legendaris di Puncak Gunung Lawu kini Telah Berpulang
Menu Kreatif dengan Cita Rasa Tradisional
Daya tarik Raminten tidak hanya pada konsep visual, tetapi juga menu makanan dan minuman yang khas serta kreatif.
Hidangan yang disajikan memadukan resep tradisional dengan presentasi modern yang menggugah selera:
- Sego Kucing: Versi eksklusif dari nasi kucing dengan porsi dan lauk yang lebih lengkap.
- Ayam Koteka: Ayam yang dimasak dalam wadah bambu seperti koteka khas Papua.
- Sego Gudeg: Gudeg Yogyakarta disajikan dengan cara modern.
- Maheso Selo Gromo: Daging sapi berbumbu rempah khas Jawa.
- Bebek Lombok Ijo: Olahan bebek pedas dengan sambal ijo menggoda.
- Tempe Mendoan: Camilan tradisional dengan tampilan menarik dan saus spesial.
- Untuk minuman, Raminten menawarkan:
- Es Kacang Merah: Segar dengan campuran santan dan gula merah.
- Wedang Uwuh: Minuman hangat dari rempah-rempah khas Jawa.
- Es Perawan Tancep: Minuman dengan nama nyeleneh namun rasa menyegarkan.
- Teh Purwoceng: Teh herbal dengan khasiat kesehatan.
Baca Juga: Ingin Sukses di Era Digital? Ini 3 Skill Data yang Wajib Kamu Kuasai
Filosofi dan Warisan
Hamzah Sulaiman mendirikan Raminten bukan hanya untuk berbisnis, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya.
Ia ingin Raminten menjadi ruang inklusif, tempat makan yang terjangkau dan bisa diakses semua kalangan, dari mahasiswa hingga wisatawan asing.
Dengan cara ini, ia memperkenalkan budaya Jawa secara langsung ke lidah dan hati pengunjung.***
Artikel Terkait
Ethnic Gendhis, Hadirkan Batik Modern untuk Generasi Muda. Pelaku UMKM Ini Sukses Berkat Binaan BRI
Serunya Mahasiswa Asing Belajar Seni Batik dan Rajut di Yogyakarta Bareng UGM
MEMBANGGAKAN, Rizal Sukses Membawa Batik Pekalongan ke Kerajaan Thailand. Kisah Alumni Rumah Belajar Batik YCAB Foundation
Siapa Yulia Fatmah? Kisah Viral Host 72 Batik Tiktok: Pesona Rafi dan Hubungan Romantis Jrang Diketahui....
Lebaran Betawi 2025 Hadir Meriah di Monas: Cek Ada Apa Saja di di Sana!