Selain di Pinu Pahar, Tria juga sering berkunjung ke Kampung Adat Prailiu. Orang-orang di sana sangat ramah dan menyambutnya seperti keluarga.
Uniknya selain menjamu dengan makanan khas rumahan, lain waktu mereka juga mendandani Tria dengan tenun dan asesorisnya. Yang membuat haru , saat hendak pulang ke Yogya, beberapa dari mereka memberi Tria selendang tenun untuk kenang-kenangan.
Baca Juga: Punya Enam Duta Literasi , Kabupaten Rembang Siap Majukan Budaya Literasi
Sungguh, residensi di Sumba Timur ini merupakan sebuah perjalanan spiritual untuk Tria karena banyak sekali pelajaran hidup yang didapatkan.
Artikel Terkait
Keren, Ada Lomba Bertutur Di Jogja Yang Mengembangkan Literasi Pelajar
Pemkot Pekalongan Mengajak Anak Mendongeng Di Festival Literasi
Punya Enam Duta Literasi , Kabupaten Rembang Siap Majukan Budaya Literasi
Libur Sekolah Dengan Lomba Bertutur , Meningkatkan Literasi Anak
DIY Kirim Wakil Ke Lomba Perpustakaan Sekolah dan Lomba Bertutur Tingkat Nasional