Adapun, untuk rincian kuota afirmasi 13 persen untuk siswa miskin, maksimal dua persen untuk yatim piatu, maksimal dua persen untuk anak panti, dan maksimal tiga persen untuk anak tenaga kesehatan.
Sedangkan, seleksi kuota PPDB SMK 2022 terdapat tiga jalur. Pertama jalur prestasi minimal 75 persen, domisili terdekat maksimal 10 persen, dan jalur afirmasi maksimal 15 persen.
Lini masa PPDB SMA/SMK dimulai pada 18 Mei 2022 dengan penetapan zonasi. Diikuti pengumuman PPDB pada 10 Juni 2022. Selanjutnya pada 15-28 Juni 2022 pengajuan akun dan verifikasi berkas.
Baca Juga: Kemudahan Bagi Jamaah Haji Tahun ini, Mulai Layanan Air Zamsam Hingga SIM Card Gratis
Pada 29 Juni-1 Juli 2022 merupakan masa pendaftaran PPDB dan perubahan sekolah pilihan. Lalu pada 2-3 Juli 2022 adalah jadwal evaluasi dan pengaduan, disusul dengan pengumuman hasil pada 4 Juli 2022.
Pada 5-7 Juli 2022 merupakan masa daftar ulang bagi mereka yang diterima di sekolah negeri. Adapun, tahun ajaran baru 2022-2023 akan dimulai pada 18 Juli 2022.
Suyanta menambahkan, pada PPDB 2022, siswa disabilitas mendapatkan keistimewaan. Mereka dipersilakan memilih sekolah negeri, di mana mereka ingin bersekolah. Namun, seleksinya dilakukan secara offline. Hal itu, juga berlaku untuk kelas olahraga atau KKO.
“Untuk disabilitas lebih dulu pakai offline. Nantinya ini akan mengurangi siswa umum. Misal sekolah mau terima 300 siswa, kalau ada siswa inklusi maka yang diterima 280 siswa,” jelasnya.
Adapun, lini masa PPDB kelas inklusi dimulai pada jadwal pengumuman pada 30 Mei 2022. Dilanjutkan pendaftaran dan seleksi pada 1-9 Juni 2022, pengumuman hasil pada 10 Juni 2022. Sedangkan daftar ulang dilakukan 13-14 Juli 2022, dan awal tahun pelajaran 18 Juli 2022.
Sementara, untuk PPDB KKO pengumuman dilakukan pada 30 Mei 2022, pendaftaran pada 1-3 Juni 2022, seleksi pada 6-9 Juni 2022. Pengumuman hasil 11 Juni 2022, daftar ulang 13-14 Juli 2022, dan masuk sekolah 18 Juli 2022.***