Jangan membaca Al Qur’an terlalu cepat hanya demi mengkhatamkan, bacaan kita tetap harus tartil dengan penghayatan. Seperti perintah Allah SWT dalam Q.S. Al-Muzammil ayat 4
أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ ٱلْقُرْءَانَ تَرْتِيلًا
“atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.”
Pertama, menggunakan jumlah Juz dalam Mushaf Al-Qur’an.
Caranya gunakan Mushaf Al- Qur’an yang dicetak per-juz, atau sering disebut mushaf khataman. Satu juz berisikan 11 lembar atau 22 halaman. Gunakan sistem target, jika 1 hari dibaca 1 juz dalam sebulan akan khatam.
Mushaf Al-Qur’an terdiri dari 30 juz yang panjangnya bervariasi, jadi target yang harus dicapai adalah membaca 1 juz setiap harinya.
Kedua, menggunakan jumlah lembar dalam tiap Juz Al-Qur’an.
Apabila dirasakan berat untuk menamatkan 1 juz di satu waktu (misalnya ba’da tarawih/atau ba’da Subuh), dapat dipertimbangkan tips yang satu ini, yaitu dengan membagi jumlah lembar dalam 1 juz kemudian dibaca setiap selesai shalat wajib.
Mushaf Al-Qur’an yang umum beredar di Indonesia, rata-rata dalam 1 juz terdapat 9-10 lembar (ada juga yang lebih).
Sebagai contoh jika dalam juz pertama terdapat 10 lembar, kemudian dibagi dengan 5 (waktu shalat), maka tiap selesai shalat hanya akan membaca 2 lembar saja.
Ketiga, menggunakan jumlah lembar (halaman) Mushaf Al-Qur’an.
Jumlah halaman pada mushaf Al-Qur’an berbeda-beda. Sebagai contoh, Mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI) yang di cetak oleh Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama memiliki 604 halaman.
Agar bisa khatam hingga akhir bulan Ramadhan ini (dengan asumsi 29 hari), maka setiap hari harus membaca 21 atau 22 halaman.