Salah satu upaya yang kemudian dilakukan untuk mengembangkan keunggulan ternak lokal adalah dengan pemanfaatan teknologi reproduksi, dan inseminasi buatan (IB) merupakan inovasi yang menarik untuk dikembangkan untuk peningkatan produksi ternak.
Baca Juga: Piala Dunia 2022 Qatar: Inggris akan Bermain di Hari Pembukaan, 21 November 2022 Melawan Iran
Sampai saat ini, hanya IB yang telah diterapkan secara luas di Indonesia untuk sapi potong dan sapi perah.
Hal ini, karena masyarakat telah menyadari arti dan manfaat IB untuk meningkatkan produktivitas ternaknya, dan terbukti mampu menghasilkan pedet yang kualitas genetiknya lebih baik daripada induknya serta untuk efisiensi reproduksi.
Sementara untuk program multiple ovulation embryo transfer (MOET) dan Fertilisasi In Vitro (IVF) masih dalam tahap pengembangan dan penelitian sehingga belum diterapkan secara luas di masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1443 H Jatuh pada Minggu 3 April 2022
“Selama 23 tahun, saya mendalami penelitian tentang embrio in vitro (IVEP) pada sapi, mencit, domba dan kambing dapat menyimpulkan, jika produksi embrio secara in vitro dapat diterapkan di Indonesia meski ada keterbatasan meliputi sumber oosit, keterbatasan medium untuk kultur embrio, dan perangkat inkubator dengan oksigen yang rendah," terangnya.
Prof. Diah menambahkan apabila keterbatasan tersebut dapat diatasi, maka dapat menghasilkan embrio dalam jumlah banyak dan dapat disebarkan pada masyarakat melalui program transfer embrio maupun penelitian.
“Bagaimanapun, teknologi IVEP ini cukup menjanjikan karena memiliki berbagai keunggulan”, imbuhnya.
Pertama, teknologi ini dapat menghasilkan embrio dalam jumlah banyak dan jika ditansfer akan dihasilkan kebuntingan yang lebih tinggi per unit waktu.
Kedua, dapat diterapkan pada ternak gagal merespons perlakuan superovulasi.
Ketiga, dapat digunakan untuk menyimpan potensi genetik ternak yang terkendala untuk produksi embrio secara konvensional.
Keempat, semen dari pejantan yang berbeda dapat digunakan untuk membuahi oosit dari ovarium seekor betina dan berpotensi menjadi embrio.
Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 1 Ramadhan 1443 Hijriah pada Tanggal 2 April 2022.