pendidikan

Pengukuhan Profesor Fapet UGM, Prof. Diah Tri : “Teknologi Reproduksi IVEP Miliki Keunggulan dan Menjanjikan"

Sabtu, 2 April 2022 | 09:00 WIB
Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPM dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan UGM (ugm.ac.id)

TITIKTEMU.CO, Yogyakarta - Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPM dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan UGM.

Dalam pengukuhan di Balai Senat UGM (29/3), Prof. Diah menyampaikan pidato berjudul “Teknologi Reproduksi Sebagai Sarana Untuk Meningkatkan Kualitas Genetik Ternak”.

Prof. Diah menyampaikan secara singkat terkait perkembangan dan riset di bidang teknologi reproduksi, baik pada kajian fundamental maupun terapan.

Baca Juga: Pemilihan Rektor UGM : Inilah, 7 Nama Pendaftar Seleksi Calon Rektor UGM. Dari Fakultas Teknik Terbanyak

Mengingat begitu luasnya ruang lingkup bidang ini, Prof. Diah membatasi pada topik-topik yang relevan dengan riset yang dilakukan, meliputi inseminasi buatan, multiple ovulation embryo transfer dan fertilisasi in vitro.

Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keragaman hayati.

Indonesia memiliki berbagai ternak lokal yang sudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan di Indonesia. Ternak-ternak tersebut merupakan aset bangsa yang berharga untuk pengembangan potensi hewani. 

Baca Juga: Drawing Piala Dunia 2022 Qatar: Spanyol Satu Grup dengan Jerman, Tuan Rumah Bareng Belanda dan Senegal

Berbagai bangsa ternak lokal, banyak terdapat di setiap daerah, seperti sapi (Aceh, Pasundan, Jabres dll), kerbau (Pampangan, Badegur dll), kuda (Flores, Timor, Sandelwood dll), kambing (Samosir, Gembrong, Kejobong dll), domba (domba ekor tipis, domba ekor gemuk, Garut dll), ayam (Kedu, Ketawa, Merawang, Nunukan dll) dan itik (Alabio, Tegal, Mojosari dll).

“Ternak-ternak lokal tersebut merupakan sumber daya genetik ternak. Ternak-ternak tersebut telah hidup dan ada turun temurun serta dipelihara di alam Indonesia oleh para peternak lokal dengan kondisi setempat, sehingga sudah beradaptasi dengan baik di alam Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, ternak lokal Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan ternak impor.

Baca Juga: Edaran Panduan Ramadhan dan Idul Fitri 1443 H, Pejabat dan ASN Dilarang Adakan dan Hadiri Buka Bersama!

Prof. Diah menambahkan ternak lokal Indonesia dapat beradaptasi dengan pakan sederhana, mampu berdaptasi terhadap iklim tropis, tahan gigitan serangga, serta mampu bereproduksi dan berproduksi yang baik karena seleksi alam.

“Mengingat berbagai keunggulan tersebut, ternak-ternak lokal Indonesia perlu dikembangkan serta dipromosikan sehingga dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan peternak khususnya dan masyarakat pada umumnya," Prof. Diah yang juga Kepala Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak, Fakultas Peternakan UGM.

Halaman:

Tags

Terkini