TITIKTEMU.CO, Jakarta - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SNMPTN ) 2022 masih akan berlangsung sampai 28 Februari 2022.
Dalam menentukan pengambilan program studi, sebaiknya calon mahasiswa mengetahui tingkat keketatan atau tingkat persaingan di masing-masing prodi, sambil mengkalkulasi peluang lolosnya.
Sebagai acuan mendaftar SNMPTN 2022, calon mahasiswa harus melihat daftar program studi terketat di SNMPTN 2021.
Baca Juga: 8 Jurus Jitu Lolos SNMPTN 2022 untuk Masuk PTN Impian. Disarankan Tidak Lintas Jurusan
Keketatan merupakan jumlah peserta yang diterima lebih kecil dibandingkan dengan jumlah peserta yang mendaftar. Atau dapat dikatakan program studi tersebut banyak diminati.
SNMPTN merupakan jalur pertama masuk kampus negeri menggunakan nilai rapor yang sudah ditempuh siswa-siswi selama masa sekolah.
Dalam jalur ini hanya siswa eligible yang dapat mengikuti SNMPTN. Eligible artinya sudah didaftarkan oleh pihak sekolah dan memiliki nilai yang lengkap.
Baca Juga: 10 Pertanyaan yang Kerap Membuat Bingung Soal SNMPTN. Simak Penjelasannya di Sini...
SNMPTN 2022 bisa diikuti oleh seluruh siswa SMA/MA/SMK kelas terakhir (kelas 12) pada 2022 yang memiliki prestasi unggul, dengan syarat :
- Memiliki prestasi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN
- Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS
- Memiliki nilai rapor semester 1 sampai dengan 5 yang telah diisikan di PDSS
- Peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah Portofolio.
Melansir laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) ltmpt.ac.id, berdasarkan data tahun 2021, Teknik Informatika di Universitas Padjajaran (Unpad) untuk prodi sains dan teknologi (saintek), yang paling ketat persaingannya.
Baca Juga: SNMPTN: Cara Mengetahui Tingkat Persaingan Prodi di PTN Idaman, Cama Harus Tahu, Agar Bisa Lolos!
Berikut adalah 20 prodi Saintek dengan tingkat persaingan tertinggi atau terketat di SNMPTN 2021 di semua perguruan tinggi peserta SMNPTN.
- Teknik Informatika Universitas Padjajaran (Unpad) dengan tingkat penerimaan 1:100
- Farmasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan tingkat penerimaan 1:91
- Keperawatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dengan tingkat penerimaan 1:80
- Farmasi Universitas Syiah Kuala (USK) dengan tingkat penerimaan 1:79
- Farmasi Unpad dengan tingkat penerimaan 1:77
- Farmasi Universitas Diponegoro (Undip) dengan tingkat penerimaan 1:75
- Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan tingkat penerimaan 1:70
- Informatika Untirta dengan tingkat penerimaan 1:68
- Farmasi Universitas Negeri Semarang (Unnes) dengan tingkat penerimaan 1:68
- Psikologi Unpad dengan tingkat penerimaan 1:67
- Ilmu Komputer Universitas Negeri Jogjakarta (UNJ) dengan tingkat penerimaan 1:67
- Teknik Informatika Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan tingkat penerimaan 1:66
- Psikologi UNS dengan tingkat penerimaan 1:65
- Informatika UNS dengan tingkat penerimaan 1:64
- Teknik Mesin UNJ dengan tingkat penerimaan 1:63
- Farmasi Unhas dengan tingkat penerimaan 1:61
- Teknik Informatika Politeknik Negeri Bandung dengan tingkat penerimaan 1:60
- Gizi Untirta dengan tingkat penerimaan 1:60
- Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) dengan tingkat penerimaan 1:59
- Kedokteran Untirta dengan tingkat penerimaan 1:58***