pendidikan

5 Keutamaan Membaca Surat Al Falaq, Salah Satunya Menghindarkan Anak  dari Penyakit  

Jumat, 10 September 2021 | 21:00 WIB
Ilustrasi Surat Al Falaq (iqro.xyz)

Kedua malaikat pergi ke tempat tersebut, mengangkat batu itu dan mendapati kertas yang menjadi perantara sihir, kemudian dibakarnya kertas tersebut.  Paginya, Rasulullah meminta Ammar bin Yasir bersama satu kelompok pergi ke tempat itu.

Sahabat itu mendapati air sumur sudah dicampuri dengan al-hina (pohon pacar). Mereka lalu menguras air dan mengangkat bongkahan batu kemudian membakar kertas-kertas di bawahnya.

Selain kertas-kertas yang sudah dimantrai, para sahabat juga mendapati sebelas simpul tali sihir. Rasulullah kemudian membaca surat Al Falaq dan surat An Nas. Setiap Rasulullah membaca dua surat itu, setiap simpul tali sihir lepas.

Riwayat ini menunjukkan bahwa di antara bacaan yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk menangkal sihir adalah surat Al Falaq dan juga surat An Nas. Oleh karena itu, dua surat ini disebut dengan istilah al-Mu’awwidzatain.

Baca Juga: Keutamaan Surat Ar Rahman: Nikmat Tuhan Mana yang Kamu Dustakan?

Sebagai penyembuh

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA : "Rasulullah apabila sakit, maka beliau akan membacakan untuk dirinya sendiri al-mu’awwiddzaat (surat-surat perlindungan termasuk Al Falaq) dan meniupkan pada tubuhnya.

Namun jika sakit itu parah sehingga menyulitkan Rasulullah, maka aku (Aisyah) yang membacakannya untuk Rasulullah, kuusapkan ke badan beliau dan berharap keberkahan Allah.”  (HR Bukhari-Muslim).

Dzikir pagi dan petang

Perintah Rasulullah ini karena surat Al Falaq yaitu merupakan bagian dari dzikir. Berdasarkan hadis dari Abdullah bin Khubaib: "Suatu ketika kami keluar pada malam hujan turun sangat deras dan malam itu sangat gelap. Kami keluar mendatangi Rasulullah dan meminta beliau untuk shalat bersama kami.

Baca Juga: Ini Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi, Jangan Sampai Nggak Baca Ya

Ketika saya (Abdullah bin Khubaib) menemui Rasulullah, Beliau menyuruh saya: 'bacalah!'. Namun saya tidak membaca apapun. Lalu beliau menyuruh lagi 'bacalah!'. Tetapi saya tidak membaca apa-apa.

Rasulullah menyuruh yang ketiga kalinya 'bacalah!', saya lalu bertanya 'apa yang harus saya baca ya Rasulullah?'

Rasulullah menjawab: 'Bacalah qul huwa Allah ahad (al-Ikhlas) dan al-mu’awwidzatain (Al Falaq dan Al Ikhlas ) pada waktu pagi dan petang tiga kali, karena sesungguhnya membaca itu telah mencukupkan untukmu segala sesuatu.”

Perlindungan dari kejahatan dan kedengkian

Halaman:

Tags

Terkini