pendidikan

Penulisan Kata Baku Yang Salah Tetapi Sering Kita Jumpai Dalam Tulisan

Minggu, 5 September 2021 | 18:14 WIB
Kata-kata yang sering ditulis, tetapi sebenarnya keliru (pic. laman ruangguru)

TITIKTEMU.CO

Kata baku (Bahasa Indonesia Baku) dan tidak baku harus dipahami betul oleh penulis. Terlebih bagi para pendidik atau pembuat konten publik. Demikian halnya bahasa tulis dan bahasa ucap yang belum dibakukan. Satu contoh yang masih sering kita jumpai di media sosial adalah kata “Tidak’ yang ditulis “Enggak”. Meski bermakna sama, penggunaan kata “Enggak” dalam artikel formal seyogyanya dihindari.

Dikutip titiktemu.co dari laman www.ruangguru.com, penggunaan kata baku ini sangat disarankan terutama untuk penulisan artikel formal. Terkadang penulis dan pembaca tidak menyadari kesalahan-kesalahan dalam penulisan kata baku. Biar tidak salah-slah lagi, berikut sejumlah kata tidak baku yang sering kita jumpai, dan bagaimana bentuk kata baku yang benar penulisannya. Yuk, cek penulisan berikut ini !

1. Silahkan atau Silakan?
Kita sering melihat kalimat sapaan seperti “silahkan . . . .”. Karena kebanyakan melihat tulisan seperti ini, kita pun jadi berasumsi bahwa tulisan itu benar (baku). Kalau begini ceritanya, kamu harus koreksi nih karena tulisan yang tepat adalah silakan. Alasannya, dalam KBBI tidak ditemukan kata dasar “silah” namun adanya kata “sila”. Kata “sila” itu sendiri memiliki artian sudilah kiranya, yaitu kata perintah yang halus.

2. Antri atau Antre?
“Bro, udah sampai mana? Udah berangkat belom?”
“Ini udah di stasiun, lagi antri beli tiket dulu. Tunggu ya!”
Menurut kamu penulisan kata antri di pembicaraan tadi sudah tepat belum? Ya, cara penulisan ini juga salah dan yang tepat adalah antre. Meski seringkali kita temukan penulisan “mohon mengantri” di tempat umum seperti di halte, stasiun, atau tempat lainnya tetapi jangan sampai ikutan salah ya!

3. Sekedar atau Sekadar?
Biasanya kamu menulis kata sekedar atau sekadar? Untuk kamu yang sudah menggunakan kata sekadar, selamat kamu sudah tepat! Hehe. Menuliskan kata sekedar itu salah karena dalam KBBI tidak terdapat kata dasar "kedar" yang ada adalah "kadar" maka yang tepat adalah sekadar ya!

4. Dimana atau Di mana?
“Kamu dimana? Dengan siapa? Semalam berbuat apa?”
Yap, tulisan di atas, kata dimananya kurang tepat! Apabila kita merujuk pedoman EYD (Ejaan yang Disempurnakan), setiap kata depan seperti di- dan ke-, harus ditulis terpisah jika menunjukkan tempat.
Jadi, kalau pacar kamu posesif kayak tadi, coba deh suruh dia koreksi dulu penulisan katanya, hehe.

5. Aktifitas atau Aktivitas?
Nah, untuk penulisan kata ini ada pengecualian! Mungkin kamu sudah mengecek di kamus KBBI dan hanya menemukan kata dasar aktif jadi kamu menulisnya dengan tulisan aktifitas. Tapi yang benar sebetulnya adalah aktivitas lho!
Kenapa? Kita perlu ingat bahwa kosakata ini merupakan kata serapan dari bahasa asing. Dalam kaidah bahasa Indonesia, kata asing diserap baik dalam bentuk kata dasar maupun kata berimbuhan. Sesuai kaidah, imbuhan asing yang berakhiran -ity akan diserap bersama kata dasarnya. Maka dari itu, kata asing active tetap diserap menjadi aktif sedangkan untuk activity diserap menjadi aktivitas. Untuk contoh kata lainnya, misalnya seperti penulisan kata efektif dengan efektivitas.

6. Praktek atau Praktik?
Ayo ngaku, apakah kamu lebih sering menggunakan kata praktek daripada praktik? Sama dengan sebelumnya, kata ini juga merupakan kata serapan dari bahasa Inggris practice. Untuk setiap kata yang memiliki akhiran -ic maka perubahan yang tepat ke dalam bahasa Indonesia menggunakan -ik sehingga penulisan yang tepat adalah praktik. Ini juga berlaku untuk penulisan yang benar adalah malapraktik bukan malapraktek ya!

7. Analisa atau Analisis?
Kalau lagi membuat tulisan ilmiah, pernah tidak kita menggunakan kata analisa atau analisis? Kata ini juga merupakan kata serapan dari bahasa Inggris yaitu analysis. Dalam penyerapan ke dalam bahasa Indonesia, akhiran -ysis berubah menjadi -isis. Jadi dicatat ya, yang benar adalah analisis bukan analisa!

8. Nasehat atau Nasihat?
Tahukah kamu kalau kata ini merupakan kata serapan dari bahasa Arab? Kata ini berasal dari kata kerja “nashaha” yang berarti “khalasha”, yaitu murni serta bersih dari segala kotoran. Lalu yang benar nasehat atau nasihat? Yang tepat adalah nasihat karena dalam penyerapan bahasa Arab ke bahasa Indonesia yang berkaitan dengan perubahan bunyi huruf harus disesuaikan dengan ciri khas Indonesia melafalkannya. Maka dari itu, penulisan huruf vokal yang tepat menggunakan i bukan e.


9. Resiko atau Risiko?
Masih sering menggunakan kata resiko? Mulai sekarang, ayo ubah tulisanmu yang benar menjadi risiko! Kata ini diambil dari bahasa Inggris risk. Kalau kita mau coba cek di KBBI, maka kita akan menemukan arti dari kata risiko, yaitu akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan.

10. Perduli atau Peduli?
Nah, kalau kata yang satu ini juga sering keliru nih dituliskan menjadi perduli padahal yang tepat adalah peduli. Makanya, yuk mulai peduli dengan penulisan bahasa Indonesia yang benar! Hihi.
Bagaimana? Apakah kamu termasuk salah satu yang sering melakukan kesalahan penulisan tadi? Mulai sekarang, yuk perbaiki cara penulisan kita supaya sesuai dengan aturan yang ada dan tidak menyesatkan orang lain juga. (ewa)***

Tags

Terkini