TITIKTEMU.CO, 24 Pramuka dari DIY turut serta dalam rombongan kontingen Jambore Dunia ke-25 di SaeManGeum, Jeollabuk-do, Korea Selatan. Tercatat, Indonesia mengirim 1.520 yang terdiri atas 1.267 peserta, 141 orang pembina, 108 volunteer IST (International Service Team), dan 34 Pimpinan Kontingen.
Perwakilan dari DIY ini berpamitan kepada Gubernur DIY sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (26/07) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Sri Sultan mengaku bangga dan memberikan apresiasi terbaiknya kepada anggota terbaik ini. Sri Sultan mengungkapkan, pengalaman Jambore Dunia ini tidak bisa dimiliki oleh setiap orang, sehingga mereka yang berangkat patut berbangga hati. Mereka yang mayoritas sudah SMA ini wajib memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk bertemu dengan orang-orang di seluruh dunia.
Baca Juga: Presiden Jokowi Terima Kunjungan Kwarnas Gerakan Pramuka
Kontingen dari DIY ini diharapkan bisa tampil dengan baik dalam membangun kebersamaan. Mereka wajib tampil percaya diri untuk merepresentasikan DIY pada khususnya dan Indonesia secara keseluruhan. “Bagaimana nanti adik-adik dalam berdialog, melakukan suatu pekerjaan dengan percaya diri jangan ragu. Tetap yakin agar orang percaya,” ujar Sri Sultan.
Sri Sultan juga berpesan untuk menjaga nama baik DIY di kancah dunia. Mereka yang berangkat ini juga diharapkan mampu merepresentasikan DIY dengan predikat kota pelajar, budaya dan pariwisata. Akan ada karakteristik-karakteristik yang berbeda pada ajang Jambore Dunia tersebut, namun, Pramuka Indonesia tidak boleh kehilangan identitasnya.
“Kita memiliki julukan Kota Budaya dan Kota Pendidikan. Harapan saya, apa yang harus adik-adik tampilkan, harus bisa bisa menunjukkan hakikat sebagai insan yang terdidik,” ungkap Sri Sultan.
Baca Juga: Diperingati Tiap Tanggal 14 Agustus, Pramuka Wajib Mengenal Tingkatan, Syarat dan Tanda Kecakapannya
Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Pembinaan Anggota Muda (Binamuda) Arifin Budiharjo mengatakan, Kontingen Jambore Dunia ke-25 Tahun 2023 dari Kwarda DIY masuk di unit 9 dan unit 27 dalam pembagian unit yang disampaikan oleh Kwartir Nasional. Dari keseluruhan kontingen Indonesia terdapat 37 Unit. Dalam 1 Unit terdiri atas 40 orang yang terbagi dalam 4 sub unit dengan orang leader (pembina pendamping).
Kontingen dari DIY terdiri atas 9 orang putra dan 15 orang putri. Kontingen putra ada di satu regu, dan kontingen putri terbagi 2 regu, 1 regu berisi 9 orang, dan 6 orang yang akan bergabung dengan kontingen dari daerah lain.
Persiapan keikutsertaan para peserta ini telah melakukan pertemuan secara intensif bulan Juli untuk mengakrabkan dan mengkonsolidasi diri. Selain itu mereka mendapat materi persiapan antara lain penguatan pondasi bahasa Inggris, pengenalan budaya Korea, latihan memasak masakan Korea dan latihan teknik kepramukaan terutama mendirikan tenda dan kesehatan berkemah serta. Mereka juga diajari mengenai peristiwa penting dunia, pariwisata dan kuliner khas.
Baca Juga: Tertunda Karena Covid, Jambore Nasional Pramuka Kembali Digelar Agustus 2022
“Mereka diberikan juga pemahaman tentang data persoalan laki-laki perempuan secara internasional dan global terkait masalah LGBT. Ini sesuai dengan permintaan dari orang tua sehingga mereka memahami mengapa LGBT di Indonesia tidak diperbolehkan dan mengapa hal itu dihindari. Kami menekankan pentingnya ajaran agama dan budaya untuk memperkuat jati diri pada kegiatan global tersebut,” ujar Kak Arifin.
Albertus Pandhito Bintang Harinugroho, salah satu anggota Pramuka DIY mengaku sangat bangga bisa berangkat mewakili Indonesia. Ia sudah mempersiapkan diri sejak tahun 2022 lalu untuk bisa berangkat. Siswa SMA 10 Yogyakarta ini memutuskan ikut karena ingin menimba ilmu dan pengalaman.