pendidikan

Tujuh Mushaf Al'Quran Fenomenal dipamerkan dalam Gebyar Nuzulul Qur’an 10-14 April 2023

Sabtu, 8 April 2023 | 17:18 WIB
Gebyar Nuzulul Qur’an ini akan ditampilkan tujuh mushaf fenomenal koleksi Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal (Kemenag)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Dalam rangka memperingati turunnya wahyu Al-Quran, Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Gebyar Nuzulul Qur’an pada 10-14 April 2023.

Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Aziz Sidqi mengatakan, kegiatan Gebyar Nuzulul Qur’an ini akan ditampilkan tujuh mushaf fenomenal koleksi Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal.

Baca Juga: Peringati Nuzulul Quran 2023 dengan 30 link Twibbon Gratis Download beserta Cara Posting di Medsos Kamu

Baca Juga: Kapan Malam Nuzulul Quran 2023? Catat Tanggal dan Amalan yang Luar Biasa Pahalanya

Kegiatan  Gebyar Nuzulul Qur’an terbuka untuk masyarakat umum ini akan berlangsung di Lobby Gedung Kantor Pusat Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Dalam Gebyar Nuzulul Qur’an ini, kita akan menampilkan tujuh mushaf fenomenal yang saat ini menjadi koleksi Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal Kemenag,” kata Abdul Aziz, di Jakarta, Sabtu (8/4/2023) seperti dikutip dari laman Kemenag.

Baca Juga: Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN 2023, Ada Tiga Jalur Seleksi. Begini Detilnya!

Baca Juga: Sekolah Kedinasan PKN STAN 2023 Sediakan 1.100 kuota, Lulus langsung PNS! Ini Syarat dan Jadwal Pendaftarannya

Abdul Aziz menjelaskan, ketujuh mushaf yang dipamerkan tersebut meliputi mushaf tertua yaitu Mushaf Usman bin Affan yang berupa replika, mushaf terindah yaitu Mushaf Istiqlal, kemudian mushaf terkecil yaitu Mushaf Istanbul, dan mushaf terbanyak dicetak yakni Mushaf Standar Indonesia Rasm Usmani.

Selain itu, juga akan dipamerkan mushaf braille yang diperuntukkan bagi tunanetra dan mushaf isyarat yang biasa digunakan oleh teman tuli.

“Terakhir, ada juga mushaf kuno-kunoan. Ini yang dimaksud yaitu mushaf kuno palsu atau mushaf yang dibuat seolah-olah kuno,” ungkap Abdul Aziz. 

Baca Juga: Newcastle United Kokohkan Posisi Zona Liga Champions Setelah Hancurkan West Ham United

Menurut Abdul Aziz, Mushaf kuno-kunoan sering digunakan untuk menipu masyarakat demi keuntungan materi. Mushaf ini dipamerkan untuk  mengedukasi masyarakat agar tidak mudah tertipu bila ditunjukkan mushaf yang diklaim kuno.

Abdul Aziz menambahkan, selain dalam rangka memperingati momentum turunnya Al-Qur’an, Gebyar Nuzulul Qur’an ini dimaksudkan sebagai sarana syiar dan edukasi bagi masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini