Media sosial juga berperan besar dalam meningkatnya kecemasan orang tua.
Setiap hari mereka melihat berbagai konten tentang pola asuh ideal, prestasi anak, hingga aktivitas keluarga yang tampak sempurna. Tanpa disadari, muncul kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan keluarga lain.
Padahal, apa yang terlihat di media sosial hanyalah sebagian kecil dari kehidupan seseorang. Ketika terus membandingkan diri, orang tua lebih mudah merasa kurang berhasil meski sebenarnya telah memberikan yang terbaik bagi anak.
Biaya Hidup yang Terus Naik Menjadi Beban Pikiran
Faktor ekonomi ikut memengaruhi rasa cemas.
Selain urusan pengasuhan, kondisi ekonomi juga menjadi sumber tekanan.
Harga kebutuhan pokok, biaya pendidikan, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Data berbagai lembaga statistik di banyak negara, termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa inflasi pada sektor pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian banyak keluarga.
Akibatnya, orang tua tidak hanya memikirkan kebutuhan hari ini, tetapi juga harus merencanakan masa depan anak sejak jauh-jauh hari.
Banyak Pilihan Justru Membuat Bingung
Dulu pilihan sekolah, kursus, atau aktivitas anak relatif terbatas. Kini pilihannya sangat banyak.
Sekilas hal ini terlihat menguntungkan.