Tidak Ada Lagi Tes Calistung
Salah satu perubahan penting dalam SPMB 2026 adalah larangan tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung) untuk masuk SD.
Kebijakan ini bertujuan:
- Mengurangi tekanan pada anak usia dini
- Menyesuaikan seleksi dengan tahap perkembangan anak
- Mendorong sistem pendidikan yang lebih humanis
Dengan kata lain, anak tidak perlu dipaksa “pintar duluan” hanya untuk lolos masuk SD.
Baca Juga: Lebaran Bukan Sekadar Kumpul: 9 Cara Quality Time Ini Diam-Diam Menguatkan Keluarga
Jalur Pendaftaran & Kuota SD
Untuk jenjang SD, sistem seleksi lebih sederhana dibanding SMP dan SMA.
Berikut pembagian jalurnya:
- Jalur domisili: minimal 70% (prioritas utama)
- Jalur afirmasi: minimal 15%
- Jalur mutasi: maksimal 5%
- Jalur prestasi: tidak diberlakukan di SD
Artinya, lokasi tempat tinggal masih menjadi faktor paling menentukan dalam penerimaan siswa SD negeri.
Syarat Umum yang Harus Disiapkan
Selain usia, ada beberapa dokumen penting yang wajib dipenuhi:
- Akta kelahiran atau surat keterangan lahir (legalisasi resmi)
- Dokumen domisili sesuai wilayah sekolah
- Rekomendasi psikolog (jika diperlukan untuk usia khusus)
- Pastikan semua dokumen valid agar proses pendaftaran berjalan lancar.
Aturan untuk SMP dan SMA Sekilas
Sebagai tambahan, berikut batas usia untuk jenjang berikutnya:
SMP:
- Maksimal 15 tahun
- Lulus SD/sederajat
- SMA/SMK:
- Maksimal 21 tahun
- Lulus SMP/sederajat
Untuk jenjang ini, seleksi sudah mulai melibatkan jalur prestasi dan tes akademik tertentu.
Kenapa Aturan Ini Penting?
Kebijakan usia dan larangan tes akademik di SD dibuat untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan inklusif.
Tujuannya antara lain: