Alih-alih terhambat, tim justru berinovasi dengan mengonversi data impedansi akustik menjadi penampang densitas menggunakan metode multi-attribute.
Tak berhenti di situ, mereka meningkatkan kualitas interpretasi dengan Probabilistic Neural Network (PNN) hingga menghasilkan volume porositas, lalu memperkuat analisis fluida menggunakan metode Amplitude Variation with Frequency (AVF)—teknik yang masih jarang diterapkan dan dipelajari secara mandiri oleh tim.
Disiplin, Mental Kuat, dan Kerja Tim
Kesuksesan ini bukan hasil instan.
Tim mengandalkan manajemen waktu yang ketat, pendalaman literatur, serta latihan presentasi intensif.
Kesiapan mental juga menjadi kunci, mengingat seluruh proses lomba dijalani tanpa bimbingan dosen pembimbing.
Sebagai gantinya, mereka saling mengkritisi hasil kerja satu sama lain dan terbuka terhadap masukan dari rekan sejawat.
Berani Mendaftar di Detik Terakhir
Menariknya, keputusan mengikuti lomba diambil menjelang penutupan pendaftaran. Namun keberanian tersebut justru menjadi titik awal prestasi besar. Dorongan untuk menguji kemampuan diri dan bersaing dengan kampus-kampus unggulan lain menjadi bahan bakar utama semangat tim.
Baca Juga: Gaspol Karier 2026! Yamaha Buka 33 Lowongan Sekaligus, Lulusan SMA–S1 Bisa Ikut Berburu
Pesan Inspiratif dari Sang Ketua Tim
Aufar, mewakili tim, menyampaikan bahwa kompetisi ini mengajarkan arti dedikasi, inovasi, disiplin, dan kolaborasi.
Ia menegaskan bahwa belajar tidak pernah memiliki garis akhir, dan keberanian untuk memulai adalah langkah terpenting menuju kemenangan.
Bukti Kualitas Mahasiswa Geofisika ITB
Raihan juara nasional ini menjadi cerminan kualitas mahasiswa Teknik Geofisika ITB yang adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan industri energi masa depan.