Selain beasiswa, pemerintah juga memperkuat ekosistem riset di perguruan tinggi. Dana riset universitas yang sebelumnya sebesar Rp8 triliun mendapatkan tambahan Rp4 triliun.
Tambahan anggaran ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi riset antara kampus dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Jenis-jenis beasiswa LPDP
1. Beasiswa Reguler (Umum)
Beasiswa Reguler LPDP merupakan skema paling umum dan terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia yang berprestasi.
Program ini mendanai studi jenjang magister (S2) dengan durasi maksimal 24 bulan dan doktor (S3) hingga 48 bulan, baik di perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Beasiswa Reguler terbagi dua subskema. Pertama, Reguler Fully Funded, yaitu pendanaan penuh biaya pendidikan, biaya hidup, hingga tunjangan pendukung sesuai LPDP atau Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD).
Kedua, PTUD yang difokuskan pada kampus top dunia, umumnya masuk peringkat QS Top 100. Persyaratan akademik IPK minimal 3,00 untuk S2 dan 3,25 untuk S3, serta skor bahasa Inggris lebih tinggi.
Selain itu, terdapat pula Beasiswa Parsial, yang hanya menanggung sebagian komponen biaya, misalnya biaya kuliah atau tunjangan hidup terbatas.
2. Beasiswa Afirmasi
Beasiswa Afirmasi LPDP dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan.
Program ini menyasar pendaftar dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), keluarga prasejahtera, penyandang disabilitas, serta putra-putri Papua.
Pendanaan Beasiswa Afirmasi bersifat fully funded untuk jenjang S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Pendaftar wajib menunjukkan bukti administratif seperti KTP daerah 3T, kartu bantuan sosial, kartu disabilitas, atau ijazah dari wilayah Papua.