Sementara itu, kelas offline di studio fisik berada di kisaran Rp350.000 hingga Rp800.000 per bulan, dengan keunggulan interaksi langsung dan suasana belajar yang lebih terkontrol.
Perbandingan Lembaga Les Coding Anak
Beberapa lembaga les coding anak cukup dikenal di Indonesia dan menawarkan pendekatan berbeda.
Koding Next menyasar anak usia 4–16 tahun dengan format online dan offline. Biaya paket berkisar Rp2,5 juta hingga Rp7 juta untuk program sekitar 10 minggu.
Keunggulannya terletak pada kurikulum internasional, pembelajaran berbasis proyek, serta sertifikat. Namun, biayanya tergolong premium.
Kalananti melayani anak usia 5–18 tahun dengan fokus STEAM dan robotik. Programnya tersedia online dan offline, dengan biaya Rp2 juta-Rp5 juta per bulan.
Alhazen Academy menawarkan kelas privat online maupun offline untuk usia 5–17 tahun. Tarifnya sekitar Rp135 ribu per sesi online, dan Rp200 ribu per sesi offline.
Kelebihannya adalah pendekatan personal, meski total biaya bisa meningkat jika frekuensi belajar tinggi.
Superprof menyediakan platform pencarian tutor privat untuk semua usia, rata-rata biaya sekitar Rp89 ribu per jam. Fleksibel, tetapi kualitas sangat tergantung pada tutor yang dipilih.
Rumah Coding fokus pada anak usia 6–12 tahun dengan kelas offline di wilayah tertentu. Biayanya sekitar Rp300 ribu–Rp350 ribu per bulan, cocok untuk pemula meski jangkauan lokasinya terbatas.
Tips Memilih Les Coding Anak yang Tepat
Agar biaya yang dikeluarkan sepadan dengan manfaat, orang tua perlu selektif. Sesuaikan program dengan usia dan minat anak.
Anak usia TK hingga SD awal sebaiknya belajar coding visual, sementara anak SMP bisa mulai dikenalkan pada Python atau pengembangan game.