Dukungan Tanpa Henti dari Orang Tua Penjual Es
Orang tua Avan, Umi dan Eko Yudianto, sehari-hari mencari nafkah dari berjualan minuman dingin dan es kocok keliling.
Meski penghasilan mereka tidak menentu, semangat untuk mendukung pendidikan Avan tidak pernah surut.
“Kadang lomba di Madiun, kadang sampai ke Kediri. Kalau jauh, bapaknya yang antar, saya tetap jualan di alun-alun,” cerita Umi.
Sayangnya, hingga kini keluarga Avan belum pernah mendapatkan beasiswa dari pemerintah daerah, bahkan tidak tercatat sebagai penerima bantuan sosial (DTKS) atau peserta BPJS.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Emir, Lulusan UMY yang Berhasil Raih Beasiswa LPDP untuk S2 di Harvard
Gagal di Lomba, Bangkit untuk Kejar Mimpi ke ITB
Avan sempat gagal di final lomba O2SN tingkat nasional saat SMA kelas 1.
Namun kegagalan itu tidak membuatnya menyerah. Dengan dukungan dari pembina dan keluarga, ia kembali belajar keras dan lolos ke final di tahun berikutnya.
Meski tidak juara, semangat itu membawanya diterima di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB melalui jalur SNBP.
Ia juga berhasil mendapat beasiswa dari Paragon, perusahaan yang rutin mendukung pelajar berprestasi dari keluarga tidak mampu.
Baca Juga: Kuliah Gratis Jurusan Bisnis di IPMI? Cek Beasiswa Girls Fund 2025 untuk Perempuan Inspiratif!
Tetap Tegar Meski Tak Masuk Data Bantuan Pemerintah
Meski telah mengoleksi lebih dari 100 piala dan lolos ITB, keluarga Avan belum pernah tersentuh bantuan sosial resmi.
Bahkan saat ini mereka tidak memiliki jaminan kesehatan dari BPJS.