TITIKTEMU.CO - Pada tahun 2025, pelaksanaan Ujian Mandiri (UM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengalami perubahan signifikan. Biasanya, UTUL UGM terdiri dari tiga kategori besar, yaitu Sains dan Teknologi (Saintek), Sosial Humaniora (Soshum), dan Campuran (Saintek-Soshum).
Namun, untuk tahun ini, kategori tersebut telah disederhanakan menjadi lebih ringkas.
Menurut Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Gandes Retno Rahayu, ujian akan dibagi menjadi tiga jenis tes: Tes Kemampuan Dasar yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika Dasar, diikuti oleh Tes Potensi Akademik, serta Tes Kemampuan Akademik yang berfokus pada dua mata pelajaran sesuai dengan program studi yang dipilih.
Contohnya, jika calon mahasiswa memilih program studi Matematika-IPA (MIPA) Fisika, maka ujian akan mencakup mata pelajaran Matematika IPA dan Fisika.
Sedangkan untuk program studi seperti Sosiologi, tes akan meliputi Sejarah dan Sosiologi.
Gandes mengingatkan agar calon mahasiswa mempersiapkan diri untuk dua mata pelajaran pendukung prodi yang dipilih.
Untuk informasi lengkap mengenai mata pelajaran yang akan diujikan, calon mahasiswa dapat mengakses laman resmi UGM.
Baca Juga: Rencana Kuliah Jalur Mandiri 2025 di UI, ITB, UGM? Ketahui Dulu Biayanya di Sini
Jalur Seleksi dan Pendaftaran Ujian Mandiri UGM
UGM menawarkan beberapa jalur seleksi untuk Ujian Mandiri, di antaranya adalah Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM), Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB), serta Afirmasi Tridharma UGM.
UGM juga menyelenggarakan Ujian Mandiri berbasis Computer-Based Test (UM UGM CBT). Selain itu, ada pula program International Undergraduate Program (IUP).
Total kuota mahasiswa yang disediakan untuk tahun 2025 sebanyak 9.236 mahasiswa. Pembagian kuota tersebut terbagi menjadi 30% dari SNBP, 30% dari SNBT, dan 40% dari Ujian Mandiri UGM.