pendidikan

Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Tanpa Jejak

Jumat, 28 Maret 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi Ramadan yang akan berakhir (Pxabay/Mohamed_hassan)

TITIKTEMU,CO, Sebentar lagi Ramadhan akan segera meninggalkan kita dan kita pun akan meninggalkannya, tetapi jejaknya tak boleh hilang begitu saja. Perpisahan ini tidak seharusnya menjadi keresahan, melainkan perihal apa yang tersisa setelahnya. Ada pelajaran yang semestinya tetap melekat, dan ada cahaya yang seharusnya tidak akan padam dari bulan mulia ini.  

Naskah khutbah Jumat dikutip dari NU Online: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Tanpa Jejak”.

Khutbah I  

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَظْهَرَ لَنَا ثَمَرَ الرَّوْضِ مِنْ كِمَامِهِ، وَأَسْبَغَ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ مَلَابِسَ إِنْعَامِهِ، وَبَصَّرَنَا مِنْ شَرْعِهِ بِحَلَالِهِ وَحَرَامِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُوْ الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمُؤَيَّدُ بِمُعْجِزَاتِهِ الْعِظَامِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْغُرِّ الْكِرَامِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Alhamdulillahi rabbil alamin, atas segala nikmat dan karunia yang Allah berikan kepada kita semua, dan di antara nikmat terbesar itu, kita masih diberi kesempatan untuk menapaki hari-hari terakhir Ramadhan dengan hati yang istiqamah dalam ibadah dan munajat.

Semoga sisa waktu yang tersisa ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya, hingga setiap detik yang kita jalani menjadi cahaya yang menerangi langkah kita menuju ridha-Nya.  

Baca Juga: Khutbah Jumat : Nuzulul Qur’an dan Perintah Membaca

Shalawat dan salam mari senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, allahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaih wa sahbih, manusia sempurna dan teladan terbaik dalam memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, meningkatkan ibadah, memperbanyak munajat, dan menghidupkan malam-malam akhir Ramadhan.

Semoga kita semua diakui sebagai umatnya, dan mendapatkan syafaatnya kelak di akhirat, Amin ya rabbal alamin.  

Selanjutnya, sudah menjadi kewajiban bagi kami selaku khatib untuk mengingatkan kepada jamaah shalat Jumat agar senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah, dengan terus istiqamah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih di penghujung Ramadhan ini, saat amal-amal kita diuji untuk tetap terjaga hingga akhir, takwa menjadi bekal yang paling berharga. Karena pada hakikatnya, dunia adalah tempat kita menanam, dan akhirat tempat kita memanen hasil dari setiap amal yang kita tanam. Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an, 

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الأَلْبَابِ  

Artinya, “Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah [2]: 197).  

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah Beberapa hari lagi bulan Ramadhan akan segera berlalu meninggalkan jejak kenangan ibadah dan kebaikan yang telah kita jalani selama sebulan penuh. Namun, jangan sampai kepergiannya juga menghapus kebiasaan baik yang telah kita bangun selama ini.

Shalat yang kita jaga, tilawah yang kita rutinkan, sedekah yang kita biasakan, semua itu jangan dibiarkan pergi bersama berlalunya bulan yang mulia ini. Sebab Ramadhan tidak hanya sekadar tamu yang datang dan pergi, tetapi ia adalah madrasah yang mendidik kita untuk terus berbuat baik sepanjang tahun.  

Jika selama bulan Ramadhan ini kita telah berusaha menjaga lisan dari membicarakan orang lain, menghindari adu domba, menjauhkan diri dari kebohongan, menundukkan pandangan agar terhindar dari syahwat, dan tidak mengucapkan sumpah palsu, dengan tujuan agar kita tidak hanya mendapatkan lapar dan dahaga, namun juga meraih pahala dan keutamaan puasa, sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadits, Rasulullah saw bersabda:  

Halaman:

Tags

Terkini