TITIKTEMU.CO-Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru melalui jalur seleksi mandiri, yang dikenal sebagai Ujian Masuk Universitas Gadjah Mada (UM UGM).
Jalur ini menjadi alternatif bagi calon mahasiswa selain Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Adapun jalur seleksi yang tersedia dalam UM UGM 2025 meliputi:
- Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM)
- Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB)
- Afirmasi Tridharma UGM
- Ujian Mandiri UGM berbasis Computer-Based Test (UM UGM CBT)
- International Undergraduate Program (IUP)
Baca Juga: 15 Jurusan UI dengan Persaingan Paling Rendah di SNBT 2025 – Peluang Lebih Besar!
Menurut Direktur Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D, total kuota mahasiswa baru tahun ini mencapai 9.236 orang, dengan pembagian sebagai berikut:
- 30% melalui SNBP
- 30% melalui SNBT
- 40% melalui Ujian Masuk UGM
- Perubahan dalam Mekanisme Ujian Mandiri UGM 2025
Pada tahun ini, terdapat beberapa perubahan dalam mekanisme UM UGM CBT. Salah satu perubahan utama adalah fleksibilitas dalam pemilihan program studi.
Peserta dapat memilih dua program studi dalam ujian ini.
Baca Juga: Percepatan Pengangkatan CASN 2024: MenPAN RB Beberkan 4 Alasan Penyesuaian Jadwal
Dulu, ujian terbagi dalam tiga kategori, yaitu Saintek, Soshum, dan Campuran. Namun, pada 2025, skema seleksi dibuat lebih ringkas dengan beberapa tahapan ujian:
1. Tes Kemampuan Dasar (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika Dasar)
2. Tes Potensi Akademik
3. Tes Kemampuan Akademik yang terdiri dari dua mata pelajaran sesuai dengan program studi pilihan.
Sebagai contoh, jika memilih Fisika (MIPA), maka ujian akan mencakup Matematika IPA dan Fisika.
Jika memilih Sosiologi, maka materi yang diujikan adalah Sejarah dan Sosiologi.