Allahumma ah-dini fihi liṣāliḥi al-a'māli wa aqḍi li fihi al-ḥawā'ija wa al-āmāl. Yā man lā yaḥtājū ilā at-tafṣīri wa as-su'āl. Yā 'āliman bimā fī ṣudūri al-'ālamīn. Şalli 'alā Muḥammadin wa ālihi aṭ-ṭāhīrīn.
Terjemah bahasa Indonesia:
"Ya Allah, tunjukkanlah aku petunjuk pada hari ini untuk amal-amal yang saleh, penuhilah kebutuhanku dan harapanku pada hari ini. Wahai Yang tidak memerlukan penjelasan dan permohonan. Wahai Yang Maha Mengetahui isi hati seluruh makhluk. Semoga keselamatan terlimpahkan kepada Muhammad dan keluarganya yang suci."
Doa ini bisa dibaca sejak pagi setelah Subuh hingga waktu berbuka (Magrib).
Selain berdoa, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amalan baik seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan memperbanyak istighfar.
Baca Juga: Yuk Amalkan! Ini 3 Bacaan Doa Malam Nuzulul Qur'an Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Keistimewaan Hari Ke 17 Ramadhan
Hari ke-17 Ramadan bukan sekadar hari biasa dalam bulan suci. Terdapat beberapa peristiwa besar yang terjadi pada hari ini, menjadikannya momen bersejarah dalam Islam.
1. Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW
Pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum Hijriah, wahyu pertama diturunkan kepada Rasulullah SAW di Gua Hira. Peristiwa ini menjadi awal dari risalah Islam.
Malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama dari surat Al-Alaq:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah (3) Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam (4) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (5)." (QS. Al-Alaq: 1-5)