TITIKTEMU.CO, Al-Qur’an turun kepada Nabi Muhammad Saw dengan misi untuk memperbaiki tatanan kehidupan manusia. Bukan tanpa sebab, ternyata reformasi tersebut dimulai dengan memperkuat literasi umat. Hal ini dibuktikan dengan diturunkannya QS. Al-‘Alaq ayat 1-5 yang secara umum mengajak semua orang untuk membaca.
Naskah Khutbah Jumat yang berjudul, “Khutbah Jumat: Nuzulul Qur’an dan Perintah Membaca” ini mengajak kaum muslimin untuk mengingat dan mendalami makna di balik turunnya Al-Qur’an untuk yang pertama kalinya.
Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ، خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ، اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ، الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ، عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah Puji dan syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang tak henti-hentinya melimpahkan berbagai karunia dan kenikmatan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, juga kepada para sahabat, para tabiin, tabi’ tabiin-nya, hingga kepada kita semua selaku umatnya. Khatib berpesan bagi diri sendiri dan jamaah sekalian, mari bersama-sama kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Sebab kelak di hari kiamat, kita akan dikumpulkan dalam keadaan menghadap-Nya.
Baca Juga: Khutbah Jumat : 3 Persiapan di Bulan Sya’ban, Menyambut Bulan Ramadhan
Sebagaimana dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 203 disebutkan:
وَاتَّقُوْا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ
Artinya: “Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah Kita tentu masih mengingat peristiwa bersejarah ketika Nabi Muhammad Saw. menerima wahyu pertama dari Tuhannya. Peristiwa ini memberikan pelajaran yang sangat berharga. Saat itu, Nabi yang sedang beruzlah tiba-tiba didatangi malaikat Jibril yang membawa risalah dari Allah Swt.
Kita tentu masih mengingat peristiwa bersejarah ketika Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama dari Tuhannya. Peristiwa ini tentu memberikan pelajaran berharga. Saat itu, Nabi yang sedang uzlah tiba-tiba didatangi malaikat Jibril yang membawa risalah dari Allah Swt.
Tiba-tiba Jibril berkata, “Bacalah!” sedangkan Nabi Muhammad Saw yang sedang tertidur menjadi bangun dan bingung dibuatnya. Sehingga Nabi menjawab seruan tersebut dengan berkata, “Apa yang akan aku baca?” dialog ini berlangsung lama dengan beberapa kali pengulangan kalimat yang sama.
Sampai pada akhirnya, Jibril membacakan QS. Al-Alaq ayat 1-5. Sebagaimana hal ini diabadikan oleh Ibnu Hisyam dalam kitab Sirahnya, jilid 1, halaman 220-221:
قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَجَاءَنِي جِبْرِيْلُ وَأَنَا نَائِمٌ بِنَمَطِ مِنْ دِيبَاجٍ فِيْهِ كِتَابٌ فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ قُلْتُ: مَا أَقْرَأُ؟ قَالَ فَغَتَّنِي بِهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ الْمَوْتُ ثُمَّ أَرْسَلَنِيْ، فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ قُلْتُ: مَا أَقْرَأُ؟ قَالَ فَغَتَّنِيْ بِهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ الْمَوْتُ. ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ قُلْتُ: مَاذَا أَقْرَأُ؟ قَالَ فَغَتَّنِيْ بِهِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ الْمَوْتُ ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ فَقُلْتُ: مَاذَا أَقْرَأُ؟ مَا أَقُوْلُ ذَلِكَ إِلَّا افْتِدَاءً مِنْهُ أَنْ يَعُودَ لِي بِمِثْلِ مَا صَنَعَ بِي، فَقَالَ {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ} [العلق: 1 – 5] قَالَ فَقَرَأَتُهَا ثُمّ انْتَهَى، فَانْصَرَفَ
Artinya: “Rasulullah Saw bersabda: Jibril mendatangiku saat aku sedang tertidur dengan selimut yang terbuat dari sutera. Jibril tiba-tiba berkata, “Bacalah!”, aku menjawab, “Apa yang akan aku baca?” Ketika itu Jibril memelukku sehingga aku mengira bahwa ia adalah malaikat maut, setelah itu dia melepasku. Selanjutnya Jibril kembali berkata, “Bacalah!” Nabi melanjutkan ceritanya, aku menjawab, “Apa yang akan aku baca?” Jibril memelukku lagi sehingga aku mengira bahwa ia adalah malaikat maut, setelah itu dia melepasku. Setelahnya Jibril mengulangi perkataannya, “Bacalah!” Nabi melanjutkan, aku menjawab, “Apa yang akan aku baca?” Jibril memelukku lagi untuk yang sekian kalinya sehingga aku mengira bahwa ia adalah malaikat maut, setelah itu dia melepasku kembali. Kemudian Jibril mengulang perkataannya untuk yang keempat kalinya, “Bacalah!” Nabi melanjutkan kisahnya dengan berkata, aku menjawab, “Apa yang akan aku baca?” Nabi berkata lagi, “Tidaklah aku mengatakan hal demikian, kecuali semata-mata untuk merespons apa yang Jibril lakukan kepadaku.” Sehingga pada akhirnya Jibril berkata, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmu-lah Yang Maha mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5)