pendidikan

Kerennya Annisa, Alumni MAN 2 Kudus Yang Lulus Kedokteran Undip dengan Nilai Terbaik

Minggu, 9 Februari 2025 | 15:00 WIB
Annisa bersama orang tuanya (Kemenag)

TITIKTEMU.CO,  Besar di keluarga kurang mampu tidak menghalangi dan menyurutkan semangat Annisa Himmatul Aulia. Alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus ini lulus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) dengan nilai terbaik.

Annisa, demikian dia biasa dipanggil, adalah putri dari pasangan M. Mahfudi, buruh harian lepas dan Titin Nor Alina seorang penjahit. Annisa lahir di keluarga sederhana di Dukuh Kalilipo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus.

Perjalanan hidup Annisa merupakan bukti nyata bahwa ketekunan, kerja keras, dan keyakinan mampu mengatasi segala rintangan. Kini Annisa sukses meraih gelar dokter dengan prestasi gemilang IPK 3.96. Dia membacakan sumpah dokter Universitas Diponegoro yang ke-248 pada 3 Februari 2025.

Baca Juga: Aini Siswi Madrasah Berprestasi, Bantu Ayah Jualan Es di Sekolah

Annisa berbagi kisah bahwa keinginannya menjadi dokter berawal dari delapan tahun lalu, ketika dia tidak sengaja menemukan sebuah buku di perpustakaan. Buku yang berjudul ‘I am Doctorpreneur’, itu memecut semangat dan mimpinya. Cita-cita ini sempat menjadi keraguan di benak Annisa mengingat biaya yang tidak murah, namun hal ini tidak menyurutkan semangatnya.

“Sempat berminat jurusan lain karena tahu biaya kedokteran mahal. Pas kelas 10 ada kakak kelas yang masuk kedokteran dengan beasiswa. Jadi tertarik lagi buat masuk kedokteran,” ujarnya .

Sejak belajar di MAN 2 Kudus, Annisa sudah mempersiapkan cita-citanya dengan tekun, aktif dalam berbagai kegiatan akademik dan non akademik. Dia bergabung dalam Gerakan Tunas Bangsa, program yang membantunya memperoleh beasiswa pengembangan diri dan beasiswa bulanan sebesar Rp100.000.

Selama belajar, sejumlah prestasi di bidang sains berhasil diraih, antara lain: Juara 1 OSN Tingkat kabupaten Kudus (2018), OSN Tingkat Provinsi Jawa Tengah (2018), medali perunggu OSN Tingkat Nasional di Padang, Sumatera Barat (1-7 Juli 2018), Kompetisi Sains Madrasah Biologi Juara 1 tingkat Kabupaten Kudus, Juara 2 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan medali perak Tingkat Nasional di Bengkulu (September 2018).

Baca Juga: Pejuang Beasiswa Yang Gagal Raih Beasiswa, Yudi Sapta Malah Lulus S3 dengan IPK 4 di UGM

“Ketekunan dalam mempersiapkan prestasi akademik mengantarkan saya masuk Kedokteran melalui jalur undangan raport dan prestasi (SNMPTN),” sebutnya.

Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi perjuangan Annisa. Selama studi hingga Koas, ia mendapatkan beasiswa penuh yaitu Bidikmisi (Sekarang KIP-K) yang membiayai pendidikannya hingga biaya hidup. Tinggal di Rusunawa Undip mengharuskan Annisa berjalan kaki selama 15 menit ke Fakultas Kedokteran karena tidak memiliki kendaraan, dan belum tersedianya transportasi umum universitas kala itu.

Di tengah masa studi, ia juga memperoleh beasiswa Smart Scholarship yang kemudian berlanjut menjadi Bright Scholarship dari YBM Brillian. Beasiswa tersebut tidak hanya membiayai kuliah, tetapi juga menyediakan asrama selama dua tahun serta pembinaan intensif. Dari sini,Annisa aktif dalam program pemberdayaan masyarakat, mengajar anak-anak TPQ, mengajar anak SD di Desa Penawangan Kabupaten Semarang, serta mengajar siswa SMA yang mempersiapkan ujian kuliah.

Tidak hanya berfokus pada studi kedokteran, ia juga aktif di berbagai organisasi, sebagai sekretaris di Mahasiswa Pecinta Alam FK (Maladica), Rohis Fakultas (Avincenna) menjabat sebagai sekretaris bidang penelitian dan pengembangan, Rohis jurusan, serta mengikuti pelatihan Kepemimpinan SSC (Salman Spiritual Camp) oleh Salman ITB.

Baca Juga: Kisah Gadis Wonogiri Sartika Dewi, Yang Menjadi Alumni Terbaik FKM UNDIP

Setelah Pendidikan dokternya selesai, Annisa lanjut Koas di Rumah Sakit Kariadi Semarang. Dia setiap hari berangkat dari kosnya di Bulusan, Tembalang dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam. Kini Annisa telah berhasil melewati masa sulit dan mampu membanggakan kedua orang tuanya, menjadi dokter dengan prestasi yang memuaskan walaupun berangkat dari keluarga yang kurang mampu.

Halaman:

Tags

Terkini