TITIKTEMU.CO-Ketika mimpi bertemu dengan usaha keras, hasilnya sering kali luar biasa. Mico Armanda, mahasiswa Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), adalah bukti nyata dari hal itu.
Pada International Symposium on Earth Science and Technology (CINEST) 2024 di Jepang, ia berhasil meraih penghargaan Best Paper.
Prestasi ini menjadi bukti kemampuan anak muda Indonesia bersaing di kancah internasional.
Baca Juga: Kerokan: Karya Seni Mahasiswa ITB yang Menginspirasi di Basoeki Abdullah Art Award #5
Ajang Prestisius di Dunia Ilmiah
Simposium yang digelar di Kyushu University, Fukuoka, Jepang, pada 28-29 November 2024 itu diikuti oleh 122 peserta dari berbagai negara.
Acara ini membahas isu-isu penting di bidang sains Bumi dan teknologi. Mico, yang didampingi dua dosen pembimbingnya, Dr.Eng. Tri Karian, S.T., M.T. dan Dr.Eng. Ir. Firly Rachmaditya Baskoro, S.T., M.T., berkompetisi dengan peserta lain dari seluruh dunia.
Penelitian yang Mengangkat Indonesia
Penelitian Mico yang berjudul “Lateritic Nickel Ore Mine Optimization using Pit Optimizer and Hill of Value (HoV) Approach” membahas potensi besar Indonesia sebagai pemasok 50% logam nikel dunia.
Baca Juga: ANGGARAN TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU 2025 NAIK 25%? Berapa Rinciannya....
Dengan metode Hill of Value (HoV), ia mengembangkan pendekatan optimasi tambang yang menggabungkan kepentingan finansial, masyarakat, dan lingkungan.
“Indonesia memiliki peluang menjadi pemimpin global di industri nikel. Namun, untuk itu, kita harus memanfaatkan teknologi modern dengan optimal,” kata Mico.
Dukungan Dosen dan Kolaborasi
Kesuksesan Mico tak lepas dari bimbingan dosen-dosennya. Dr.Eng. Tri Karian dan Dr.Eng. Firly Rachmaditya memberikan dukungan penuh dalam penelitian ini.