Baca Juga: Keren ! Mayasya MAN 4 Jakarta Berangkatkan Sembilan Alumninya ke Al Azhar Mesir
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Kepala MAN 4 Jakarta, Wido Prayoga, menegaskan bahwa prestasi ini adalah simbol harapan bagi generasi muda.
"Ini bukan hanya kemenangan untuk MAN 4 Jakarta, tetapi juga untuk seluruh madrasah di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa siswa madrasah bisa menjadi pelopor perubahan di bidang sains dan teknologi," ujarnya.
Tidak hanya medali yang dibawa pulang, tetapi juga pelajaran berharga tentang kerja sama, jaringan internasional, dan keberanian untuk bermimpi besar.
Baca Juga: Kisah Gadis Wonogiri Sartika Dewi, Yang Menjadi Alumni Terbaik FKM UNDIP
"Mereka bertemu dengan siswa dari berbagai negara, belajar budaya baru, dan memahami bahwa inovasi tidak mengenal batas," tambah Wido.
Dukungan yang Tidak Pernah Padam
Prestasi ini tidak terlepas dari peran para pembimbing yang terus mendampingi siswa dalam setiap langkah. Selain Nugroho, tim ini juga dibimbing oleh Hima Hafiya Fitri.
Keduanya selalu menanamkan semangat untuk belajar dengan hati dan berinovasi demi kemaslahatan umat.
"Melihat anak-anak berkembang dan percaya pada potensi mereka adalah kebahagiaan tersendiri. Kami hanya memfasilitasi, tetapi mereka yang benar-benar membuat segalanya mungkin," ujar Hima dengan penuh haru.
Inspirasi untuk Masa Depan
Ajang seperti GYIIF membuktikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada dunia.
Kisah sukses MAN 4 Jakarta ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk berani bermimpi dan berusaha lebih keras.