“Saya turut menyoroti kondisi jaringan di wilayah timur.
Di sana masih banyak daerah yang belum memiliki akses jaringan yang baik sehingga kita perlu serius untuk menangani persoalan ini,” ungkap Ganjar.
UKBI Berbasis Kecerdasan Artifisial: Masa Depan Pengujian Kemahiran Bahasa
Sebagai solusi inovatif, Ganjar memperkenalkan rencana UKBI berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi dan mengevaluasi kemampuan berbahasa secara otomatis melalui algoritma canggih.
Sistem berbasis AI ini diharapkan membuat proses pengujian lebih efisien, akurat, dan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan jaringan.
“Dalam peta jalan yang saya buat, saya sudah mengusulkan UKBI berbasis AI.
Ini akan memudahkan kita dalam melakukan penilaian karena semua sudah terbaca dalam sistem melalui algoritma-algoritma tersebut.
Kita berharap akan ada kemudahan mengikuti UKBI ini nantinya,” jelas Ganjar.
Peta Jalan dan Tata Kelola Baru UKBI
Lokakarya ini juga menjadi ajang penyusunan peta jalan dan rencana induk UKBI, termasuk regulasi dan tata kelola layanan yang lebih adaptif.
Elvi Suzanti, Ketua Tim KKLP UKBI, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai dasar pengembangan standar kemahiran berbahasa yang akan memengaruhi kualitas dan daya saing pengguna UKBI di masa depan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber ternama seperti Yudhistira Nugraha, Dody Firmansyah, dan Liliana Muliastuti, yang berbagi keahlian dalam menyusun draf regulasi untuk mendukung penerapan standar tersebut.
Dampak Positif UKBI bagi Masyarakat