pendidikan

Kisah Haru Love’s, Lolos Tanpa Tes dan Kuliah Gratis di FEB UGM

Selasa, 25 Juni 2024 | 16:00 WIB
Love’s Nurani Hasan (19) beserta Ayah dan Ibunya (UGM)

TITIKTEMU.CO, Love’s Nurani Hasan (19) dinyatakan lolos kuliah di Program Studi (prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM). Diterima sebagai mahasiswa baru UGM tahun 2024 tanpa tes melalui jalur Seleksi Nasional Berdasar Prestasi (SNBP).

Ia mendapat beasiswa uang Kuliah Tunggal (UKT) 100 persen atau dibebaskan dari biaya pendidikan hingga lulus.

“Ini impianku sejak SMA untuk bisa kuliah di Akuntansi FEB UGM,” akunya.

Bersekolah di SMA Negeri 1 Probolinggo, Love’s yang dipanggil  keluarga, teman dan orang-orang , memiliki segudang prestasi. Tidak hanya akademik, namun juga prestasi non-akademik. Terakhir, ia berhasil meraih juara 2 National Accounting Competition Gadjah Mada Accounting Days 2023, dan itu yang menguatkannya memilih Prodi Akutansi FEB UGM.

Baca Juga: KEREN ! Tim Semar UGM Siap Berlaga di Kompetisi Mobil Hemat Energi

Pilihan untuk selalu berprestasi menjadi tekad Love’s untuk bisa mewujudkan cita-citanya. Terlebih mengingat kondisi keluarganya bukan dari kalangan berada mendorong kuat dirinya untuk giat belajar dan berprestasi.

“Sebenarnya keinginan kuliah sudah ada sejak SMP. Namun saat itu saya masih ragu mengingat keterbatasan ekonomi keluarga,” tuturnya.

Love’s merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Yuli Nur Hasan (53) dan Eny Rosida (52). Ia lahir dan besar di sebuah kota kecil di Kelurahan Kanigaran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Hidup keluarga ini sebelumnya tergolong berkecukupan tetapi kecelakaan yang dialami kedua orang tuanya pada tahun 2017 merubah semuanya. Akibat kecelakaan tersebut, sang ayah mengalami cedera permanen ditambah vonis dokter mengidap diabetes, dan praktis membuatnya tidak bekerja lagi.

“Ibu yang kemudian menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan bumbu pecel dan menerima pesanan rempeyek dari tetangga. Hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” aku Love’s.

Baca Juga: 28 Mahasiswa Fakultas Peternakan UGM Diturunkan Jadi Pengawas dan Pemeriksa Hewan Kurban

Berjuang dalam keterbatasan, Love’s mengaku kondisi perekonomian keluarga menurun drastis. Bahkan mau tak mau terkadang harus menjual aset yang dimiliki keluarga untuk bertahan hidup, dan sejak itu ia terlatih untuk hidup mandiri.

“Ya sebisanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri, bersyukur juga terkadang bisa bantu orang tua. Sejak SD saya berjualan tas, stiker, masker wajah, aksesoris, dan kerudung,” ungkapnya.

Kegiatan berjualan sampingan ini, ia lakukan hingga di penghujung pendidikan di SMA 1 Probolinggo. Bukan karena bosan,  terpaksa berhenti berjualan karena memang sepi peminat.

Begitu kuat keinginanannya untuk melanjutkan kuliah setelah tamat SMA. Bahkan ia berusaha untuk selalu meyakinkan kepada kedua orangtuanya jika ia akan berusaha mencukupi sendiri kebutuhan biaya kuliah nantinya.

Halaman:

Tags

Terkini