pendidikan

Kata Siapa Santri Hanya Belajar Kitab, Di Pesantren Ini Santri Juga Ikut Pelatihan Kreasi Konten

Sabtu, 30 Maret 2024 | 11:00 WIB
Ketika santri dapat pelatihan kreasi konten dan penguatan dakwah digital. (Kemenag)

TITIKTEMU.CO, Setiap Ramadan pesantren punya beragam kegiatan dan acara. Sebagian besar menggelar pengajian kilat beragam kitab kuning (pasaran). 

Namun di Ma'had Nihadlul Qulub (PP Maniqu) justru ada pelatihan kreasi konten dan penguatan dakwah digital. Pesantren ini menggelar  pasaran milenial, yaitu pengajian Ramadhan dengan tema-tema kontemporer, termasuk Digital Marketing.

Acara ini berlangsung dari 19 Maret - 2 April 2024, di Moga, Pemalang, Jawa Tengah, dengan mengangkat tema "Pasaran Ramadhan 2024: Pelatihan Kreasi Konten Video Drama Pendek untuk Dakwah Digital dan Promosi Produk". PP Maniqu menggandeng Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah dalam menggelar kegiatan ini.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam berdakwah dan menumbuhkan pendapatan di era media sosial melalui proses kreasi konten dan pengelolaan media sosial,” terang Pengasuh PP Maniqu, KH Ali Sobirin El-Muannatsy.

Baca Juga: Ribuan Santri Serukan Perdamaian Bersama GIGI Di PeaceSantren

Pelatihan ini bersifat terbatas, hanya diikuti 20 santri yang terdiri dari mereka yang mengalami putus sekolah, yatim-dhuafa, santri tahfidz, dan beberapa murid SLTA dari beberapa kabupaten di Jawa Tengah, antara lain: Karanganyar, Wonogiri, Jepara, Boyolali, Brebes, Tegal, dan Pemalang.

Pelatihan ini diselenggarakan secara gratis sebagai bagian dari gerakan "free-education" untuk memberdayakan santri yang melek digital. Pesantren menyediakan makan sahur, takjil, dan buka puasa.

Pelatihan fokus pada empat aspek utama, yaitu spiritual, pembangunan mindset, pengembangan keterampilan, dan disiplin diri. Pada aspek spiritual, para santri menjalani serangkaian kegiatan, misalnya salat tahajud, membaca surat Waqiah, ta'lim shubuh, dan salat dluha. Pada aspek pembangunan mindset, mereka mengikuti ta'lim setelah salat tarawih untuk memupuk semangat belajar dan kemajuan diri.

Pada aspek pengembangan keterampilan, para santri dilatih desain grafis, videografi, kreasi konten, serta strategi pemasaran di Meta Ads dan TikTok Ads. Kegiatan pelatihan ini dimulai dari pukul 08.00 hingga 15.00 dan dilanjutkan lagi setelah ta'lim tarawih. Sedangkan pada aspek disiplin, para santri dilatih untuk mandiri dalam mengatur waktu belajar, istirahat, dan melaksanakan piket dapur serta tugas-tugas di masjid.

Menurut KH Ali Sobirin, setiap hari, para santri sudah bangun sejak pukul 03.30 pagi untuk salat tahajud berjamaah, sahur, salat subuh berjamaah dan ta’lim subuh. Kelas pagi dimulai sejak pukul 07.30 dimulai dengan salat Dluha berjamaah, dan mulai pembelajaran Digital Marketing sejak pukul 08.00 – 12.00 WIB. Setelah istirahat sejenak dan salat Dluhur, kelas dilanjutkan pukul 13.00 – 15.00 WIB.

Baca Juga: Sandiaga Uno Ajak Santri Pontren Fadhlul Fadhlan Semarang Terapkan Green Ocean, Apa Itu

“Setelah istrihat, para santri salat Ashar berjamaah pada pukul 15.30 dilanjutkan dengan aktivitas Dzikir Jalbur-Rizqi melalui pembacaan surat Al-Waqiah, dan dilanjutkan dengan ta’lim mindset building. Setelah itu dilanjutkan buka puasa bersama, salat magrib, salat Isya’, dan salat tarawih berjamaah, dilanjutkan denga ta’lim atau pendalaman materi pagi,” paparnya.

Para mentor yang terlibat dalam pelatihan ini adalah praktisi dan dosen di bidang informatika. Materi fotografi dan videografi dimentori oleh Muhammad Ulinuha Iskandar, seorang praktisi videographer. Materi desain grafis dimentori oleh Hendry Lisdiyant, praktisi desain grafis. Sementara materi kreasi konten, termasuk latihan drama dan pembuatan video, dimentori oleh Ahmad Dhofier, seorang penulis dan praktisi pendidikan.

 

Tags

Terkini