pendidikan

Khutbah Jumat: Persiapan Menyambut Ramadhan 2024 dengan Hati dan Jiwa yang Bersih

Jumat, 8 Maret 2024 | 07:00 WIB
Menyambut Ramadhan dengan dengan Hati dan Jiwa yang Bersih. Ilustrasi Masjidil Aqsa (NU Online)

TITIKTEMU.CO, - Datangnya bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, bulan ini menjadi momen yang sangat dirindukan oleh setiap umat Islam di dunia.

Di bulan inilah Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya yang begitu banyak. Selama bulan tersebut, kaum muslim akan berpuasa selama kurang lebih 30 hari sembari meningkatkan ibadah.

Menjelang Ramadan, khatib salat Jumat biasanya akan mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan diri. Sebab, ibadah di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT sehingga tidak sepatutnya dilewatkan begitu saja oleh umat Islam.

Dikutip dari nu.or.id, materi khutbah Jumat persiapan menyambut Ramadhan 2024 ini jamaah diajak untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan membersihkan hati dan jiwa.

Khutbah ini ditulis oleh Dr. Fatihunnada, Dosen Fakultas Dirasat Islamiyyah UIN Jakarta dengan judul Bersihkan Hati dan Jiwa, Sambut Ramadhan Mulia.

Khutbah I

 الحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. القَائِلِ فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ المُصَلُّونَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah!

Saat ini, kita akan meninggalkan bulan Sya’ban dengan segala kemuliaannya untuk menyambut bulan Ramadhan yang penuh dengan kasih sayang dan ampunan Allah swt.

Bulannya Al-Qur’an, kemudahan, mengingat Allah, dan bersyukur atas nikmat Allah. Hal ini ditegaskan oleh Allah swt dalam surat Al-Baqarah, ayat 185 sebagai berikut:

 شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Baca Juga: Program MUDIK GRATIS KAPAL LAUT 2024 Kapan Dibuka? Cek Jadwal, Kuota, dan Cara Daftar

Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain.

Halaman:

Tags

Terkini