TITIKTEMU.CO, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jateng semakin menumbuhkan kepercayaan dari pihak industri. Ini terlihat saat sebanyak 10 perusahaan besar melakukan kerja sama dengan melakukan penandatanganan kesepakatan MoU di lapangan sekolah, Jumat (10/11).
Kepala SMKN Jateng kampus Semarang Hardo Sujatmiko mengatakan, pada momen 10 November ini dilakukan penandantanganan 10 industri, yaitu kerja sama antara perusahaan dengan SMKN Jateng.
“Mereka akan memberikan teaching industry, yaitu satu pekerjaan proyek. Salah satunya dari CV Mataram Karya, akan melakukan pekerjaan proyek yang akan dibawa ke sini, dan dikerjakan anak-anak jurusan teknik elektronik keindustrian,” kata Hardo, seusai penandatanganan kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Sekolah Gratis SMKN Jateng Dibuka di Tiga Wilayah Bagi 264 Siswa Tak Mampu yang Berprestasi
Menurutnya, kesepakatan itu di antaranya adanya kategori kelas industri, yaitu kelas yang masuk ke SMKN Jateng dengan dukungan peralatan, dan dukungan instruktur, yang kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan. Nantinya, dari kelas industri akan terdapat rekrutmen dari perusahaan.
“Ini kelas industri. Kita sebut ada PT SUA (PT Sarana Utama Adimandiri), Komatsu, dan perusahaan lainnya. Itu ada kelas industri, yaitu kelas yang dibangun sekolah yang di-support industri,” beber Hardo.
Dia mencontohkan, PT SUA akan membangun kelas industri yang namanya mechanical enginering (ME). PT SUA langsung minta 40 orang siswa, dan akan semuanya direkrut. PT SUA tahu prospek, dan peluang untuk ME.
“Itu kolaborasi antara mekaniknya jurusan bangunan, dan engineering jurusan listrik. Jadi siapa siswa yang minat, akan direkrut. Kurikulumnya sudah disepakati, waktu sudah disepakati, lulus nanti diambil PT SUA dari kelas industri,” terang Hardo.
Ditambahkan, para perusahaan itu merupakan perusahaan nasional dari Jakarta. SMK Jateng dibantu atau di-support fasilitas pada laboratorium komputer, dengan komputer tiga dimensi agar mendukung pembelajaran.
Baca Juga: SMK Negeri Jateng Mulai Dilirik Daerah Lain Untuk Diterapkan
Di antara perusahaan itu adalah, PT Sarana Utama Adimandiri (SUA), PT LPK Kebun Teknologi, CV Mataram Karya, PT Urip Gumulyo, PT Jaya Arnikon dan PT Duta Prima Persada (Garuda).
Sementara, HRD Manager PT Sarana Utama Adimandiri, Hendrawan mengaku, pihaknya mempunyai harapan agar kehadiran perusahaan di sekolah bisa ikut serta membuka lapangan kerja lebih luas. Karena, perusahaannya memiliki industri konstruksi mechanical engineering (ME).
“Selama ini kita ini belum menemukan adanya satu sekolah pun yang fokus di sini (industri konstruksi mechanical engineering). Karena itu, selama tiga tahun ini kami menjajakan dengan SMK Jateng ini, dan akhirnya sudah terbentuklah kesepakatan mengenai kurikulum kelas industri. Terutama, untuk sekarang ini fokus pada posisi drafter ME,” kata Hendrawan, di SMKN Jateng kampus Semarang.
Saat ini, pihaknya baru saja menandatangani MoU dan bisa segera dilaksanakan kelas industri. Hendrawan mengaku, perusahaannya telah dipertemukan dengan SMKN Jateng sekira tiga atau empat tahun lalu. Saat itu, pihaknya sangat terkejut, karena ada sekolah yang mengajarkan pendidikan berbasis karakter.