Menurut sejarah, di lokasi ini Rasulullah melakukan miqat dan mengenakan kain ihram untuk berumroh. Peristiwa inilah yang akan diikuti jemaah haji di seluruh dunia tiap tahun.
Di masjid ini, jemaah haji akan meniatkan diri untuk berumroh wajib dan menjalankan sholat ihram.
Baca Juga: Khadijah, Perempuan Istimewa yang Menembus Batas Zamannya
Masjid Jum’ah
Masjid Jum'ah terletak di barat daya Madinah, di dekat Wadi Ranuna', dengan jarak 900 meter utara Masjid Quba' dan 6 kilometer dari Masjid Nabawi.
Nama lain dari masjid Jum’ah adalah masjid Bani Salim, masjid Al-Wadi, masjid Al-Ghubaib, atau masjid 'Atikah.
Di Masjid ini Rasulullah SAW bersama para pengikutnya dalam perjalanan Hijrah dari Mekkah ke Madinah melaksanakan salat Jumat untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Kisah Ali bin Abi Thalib yang Hampir Terlambat Shalat Subuh Berjamaah
Masjid Qiblatain
Pada permulaan Islam, kiblat shalat adalah arah Baitul Maqdis (nama lain Masjid Al-Aqsa) di Yerusalem/Palestina.
Saat Rasulullah SAW tengah salat menghadap Masjidil Aqsha, turun wahyu surat Al Baqarah ayat 144[1] yang memerintahkan untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.
Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah, Senin bulan Rajab waktu dhuhur, di Masjid Bani Salamah.
Merujuk pada peristiwa itu, masjid ini kemudian dinamakan Masjid Qiblatain yang artinya masjid berkiblat dua.
Artikel Terkait
Jangan Tinggalkan Shalawat Nabi, Sebab Berkahnya Luar Biasa
Arab Saudi Cabut Larangan Terbang Langsung. Sudah Boleh Umrah?
Sertifikat Vaksin Sinovac Belum Mendapat Rekomendasi Umroh. Ini Solusinya
Shalawat Nariyah, Bagian dari Ikhtiar Agar Doa Mudah Dikabulkan
Akhirnya Pemerintah Arab Saudi Kembali Buka Jalur Umrah Bagi Jamaah Indonesia
Lampu Hijau! Ibadah Umrah dari Indonesia Segera Dibuka. Ada Ketentuan Khusus Terkait Vaksinasi