TITIKTEMU.CO, BOYOLALI - Usianya tak lagi muda. Tapi setiap hari dia masih cekatan berangkat ke kebun kopinya di lereng Gunung Merbabu.
Jangan kaget jika mengikutinya kalian akan ketinggalan, dan bisa-bisa kehilangan arah. Menggunakan motor dengan bronjong, dia sangat gesit melintasi jalan menuju kebun kopi.
Tentu saja bukan jalan yang lebar dan besar. Melainkan jalan setapak yang penuh kelokan, tanjakan, turunan yang terjal.
Baca Juga: Kopi Excelsa Banyuanyar, Kutunggu Datangmu di Lereng Lereng Merbabu
Itulah sosok Mbah Setro, pemilik 5 hektar kebun kopi di kaki Gunung Merbabu. Di kebun ini, kalian bisa menikmati wisata petik kopi, sekaligus menyaksikan proses pasca panen di rumahnya.
Setiap kopi yang kita nikmati memiliki proses yang asyik untuk dikulik. Banyak faktor yang memengaruhi cita rasanya. Selain alat dan teknik menyeduhnya, juga panen hingga pasca panen.
Baca Juga: Lagi Tren, Ini 7 Destinasi Wisata Kopi Terbaik
Wisata petik kopi bisa dinikmati di Dusun Ngemplak, Banyuanyar, Ampel, Boyolali. Kalian bisa mampir dulu ke Omah Kopi Ngemplak atau Om Koplak.
Setiba di lokasi ini, wisatawan bakal ditemani guide yang benar-benar paham tentang tanaman kopi. Sebagaimana Banyuanyar Coffe Trail yang diikuti para milenial, Sabtu (16/10/2021).
Dipandu pegiat kopi setempat, Eko Budi Suroso, Mbah Setro, dan beberapa konsultan kopi, para milenial berjalanan kaki menuju kebun dengan medan yang ekstrim.
Baca Juga: Apa Saja Bahan-bahan yang Dibutuhkan Kedai Kopi? Ini Daftar Lengkap dan Harganya
Edukasi tentang tanaman kopi dimulai dengan mengenalkan pohon-pohon kopi dalam perjalanan. Maklum, pohon kopi tumbuh subur di sepanjang jalan dan pekarangan warga.
Mulai dari excelsa, liberika, robusta, robusta sambung, hingga arabika. Para milenial dikenalkan ciri-ciri yang membedakan jenis kopi.
“Satu pohon kopi excelsa mampu menghasilkan biji kopi sekitar 2 ton,” terang Budi kepada peserta Banyuanyar Coffee Trail.