Baca Juga: Pantai VS Pegunungan : Mana yang Paling Cocok untuk Gaya Hidup Slow? Ini Rekomendasi Kota yang Cocok
Desa Wisata Berprestasi Dunia
Berkat pengelolaan berbasis komunitas dan prinsip keberlanjutan, DEsa Nglanggeran telah meraih banyak penghargaan, baik nasional maupun internasional.
Desa ini pernah masuk dalam daftar 100 Best Tourism Villages versi UNWTO, dan juga dinobatkan sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia.
Capaian ini ini bukan sekadar simbol kebanggaan, tapi juga membuktikan bahwa masyarakat bisa menjadi motor utama dalam mengembangkan pariwisata tanpa merusak lingkungan.
Baca Juga: Slow Living: Hidup di Desa itu Indah, Tapi Tidak Selalu Mudah
Fasilitas Lengkap dan Ramah Wisatawan
Meski berlokasi di pedesaan, fasilitas di Nglanggeran terbilang lengkap. Tersedia toilet bersih, area parkir luas, warung makan, pusat oleh-oleh, serta akses Wi-Fi di beberapa titik.
Desa ini juga menyediakan banyak homestay, mulai dari yang bernuansa tradisional, hingga penginapan dengan fasilitas modern seperti AC dan air panas.
Desa Nglanggeran makin istimewa karena komitmennya terhadap pariwisata hijau. MUlai dari pengelolaan sampah mandiri, energi listrik dari sumber ramah lingkungan, dan kegiatan wisata yang tidak merusak alam.
Prinsip keberlanjutan ini membuat DEsa Nglanggeran tidak hanya indah untuk hari ini, tetapi juga tetap lestari bagi generasi mendatang.***
Artikel Terkait
5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!
Slow Living vs Hustle Culture: Hidup Bukan Lomba Lari, Bro!
Daerah Terbaik Slow Living di Jawa Tengah, Solo, Salatiga, Magelang atau Purwokerto?
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya
Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun
Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan
Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?